Suhardiman
Marinir AS dan Unit Ekspedisi Laut (MEU) ke-24 memproses pengungsi saat melewati Pusat Kendali Evakuasi (ECC) di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, Sabtu (28/8/2021). U.S. Marine Corps/Staff Sgt. Victor Mancilla/Handout via REUTERS/HP/djo (via REUTERS/US MARINES)

SuaraSumut.id - Menteri Luar Negeri Belanda Sigrid Kaag mengundurkan diri, Kamis (16/9/2021). Ia dianggap melakukan kesalahan soal kepengurusan evakuasi pengungsi dari Afghanistan.

Para anggota parlemen dari berbagai partai politik menyebut Kaag harus bertanggung jawab atas penanganan yang lambat oleh pemerintah saat Taliban muncul mengambil alih kekuasaan.

Mereka juga menganggap Kaag gagal dalam mempersiapkan evakuasi bagi ribuan warga Afghanistan, yang sebenarnya bisa memperoleh suaka di Belanda.

"Dewan memutuskan bahwa Kabinet telah bertindak secara tidak bertanggung jawab," kata Kaag, melansir Antara, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Ungkap Waktu Paling Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat

"Menteri yang bersangkutan harus mundur jika kebijakannya ditolak," kata Kaag.

Selama dua pekan terakhir Agustus, ada sekitar 2.100 orang yang diangkut keluar dari Afghanistan oleh pesawat-pesawat militer Belanda ke negara-negara di sekitar.

Belanda menjadi negara tujuan akhir bagi hampir sejumlah 1.700 orang di antara mereka yang dievakuasi tersebut.

Masih banyak orang yang tertinggal di Afghanistan karena mereka pada saat itu tidak berhasil mencapai bandara di Kabul.

Kaag, seorang mantan diplomat, pernah bertugas sebagai koordinator khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Lebanon selama 2015-2017. Sebelum itu, Kaag pernah mengepalai tim PBB yang mengawasi pemusnahan senjata kimia Suriah.

Baca Juga: Pernah Ubah Warna Rambut Hitam, Ganjar Pranowo Diledek Gus Nadir: Cepet Sekali Putihnya

Komentar