SuaraSumut.id - Polisi menangkap seorang pria yang menjabat sebagai Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) di Medan.
Pria berwajah sangar berinisial ES (38), tak berkutik saat petugas menangkap dan membawanya ke kantor polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.
Informasi dihimpun, penangkapan ES dilakukan setelah videonya diduga melakukan pungli kepada pedagang di Kecamatan Medan Timur viral. Dalam video berdurasi sekitar 2 menit 47 detik, ES tampak meminta uang Rp 20 ribu.
"Udah gini kau bantu berapa aja, abang gak matokan," kata ES kepada korban.
Baca Juga: 18 Rekomendasi Makanan Murah di Jogja, Ada yang Dibanderol Hanya Rp3000 Saja
Korban yang merasa jengah hampir setiap minggu dipungli oleh pelaku, menolak permintaan ES secara halus.
"Kalau aku dah banyak duit gak aku masalahkan, Ini pun masih tanggal 22, akhir bulan juga, gak ada yang belanja," kata korban.
Meski sudah diberi pengertian, ES tidak paham dan tidak kunjung pergi. Sembari mengisap rokok, ES menatap korban dengan sinis.
"Berapa aku harus kasih bang," tanya pedagang.
Mendengar itu, ES menjawab untuk kiranya korban memberikan uang sewajarnya.
Baca Juga: Vaksin Pfizer Disebut Aman untuk Anak di Bawah 12 Tahun, Satgas Covid-19 Tunggu Izin BPOM
"Berapa sewajarnya bang," tanya korban lagi.
"Udah kau kasih aja abang 20 ribu," jawab ES.
Dengan berat hati, korban terpaksa memberikan uang kepada preman Ketua OKP tersebut. Bila tidak diberikan, preman tersebut tak kunjung pergi.
"Mati orang cari duit gini bang," kesal korban.
Tiada Kata Maaf
Personel Polsek Medan Timur yang melihat ES melakukan pungli menjadi geram. Petugas bertindak melakukan penangkapan, tak peduli pelaku ketua OKP.
"Telah kita amati video viral di media sosial, langsung Kanit Reskrim bersama anggota melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap ketua ormas tersebut," kata Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin, Kamis (23/9/2021).
Usai diamankan, kata Arifin, ES menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Polsek Medan Timur. Ia mengimbau kepada masyarakat segera melaporkan aksi premanisme untuk dilakukan penindakan.
"Tiada kata maaf, kita tindak. Kita akan melakukan pendekatan kepada masyarakat agar segera melaporkan bila ada kejadian. Masyarakat jangan takut untuk segera melaporkan bila ada aksi premanisme," tukasnya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Viral Denny Landzaat Fasih Bahasa Indonesia di Maluku, Shin Tae-yong Kena Sindir
-
Tol di Sumatera, Kalimantan, dan Bali Dipadati Kendaraan! Ini Pemicunya
-
Viral, Apakah Ada Doa Mengusir Tamu Agar Cepat Pulang?
-
Viral! Wanita Ini Punya Cara Jitu Bungkam Pertanyaan 'Nyinyir' saat Lebaran, Kaosnya Bikin Ngakak!
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Pemprov Sumut Target Peremajaan Sawit Rakyat 11.000 Hektare, Ini Alasannya
-
Banjir Rendam Ratusan Rumah di Aceh Selatan, 644 Warga Terdampak
-
Perwira Polisi di Labusel Sumut Dituding Pesta Narkoba saat Lebaran 2025, Ini Faktanya
-
KAI Tambah Kursi Penumpang Rute Medan-Rantau Prapat untuk Arus Balik Lebaran 2025
-
Viral Sepeda Motor Masuk Tol Medan-Kualanamu, Pengendara Mengaku Ikuti Maps