Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:03 WIB
Tangkapan layar keributan di RS HKBP Balige. [Ist]

SuaraSumut.id - Aksi perusakan di Rumah Sakit Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, terekam kamera pengawas dan viral. Polisi kemudian turun tangan dan menangkap pelaku.

Dilihat Rabu (13/10/2021), sekelompok pemuda mendatangi resepsionis RS. Terlihat pemuda itu berbincang dengan nakes. Tak lama berselang adu mulut hingga perusakan terjadi.

Plt Direktur RS HKBP Balige dr Benny Sinaga menjelaskan, peristiwa terjadi saat pihaknya menerima seorang pasien korban kecelakaan lalu lintas. Saat itu, korban sudah ditangani dokter dengan melakukan serangkaian pemeriksaan dan tindakan medis.

"Nakes kami dan dokter sudah melakukan penanganan tidak ada keterlambatan, respon time juga sangat cepat. Jadi langsung dilakukan tindakan kepada si pasien," kata Benny Sinaga, melalui keterangan video.

Baca Juga: Negara-Negara G20 Sepakat Beri Bantuan ke Afganistan Tanpa Mengakui Taliban

Pemuda yang mengaku sebagai kerabat korban menuding pihak rumah sakit tidak melakukan penanganan cepat dan mengabaikan pasien. Padahal, kata Benny, setelah dilakukan kroscek kepada dokter seluruh prosedur termasuk pemberian antibodi.

"Mereka pertanyakan seolah-olah kita tidak melakukan pelayanan maksimal. Kondisi pasien tidak sadarkan diri dan gelisah. Memang kegelisahan pasien ini sangat lazim terjadi dengan kondisi luka di kepala. Kita sudah berikan terapy supportif sehingga saat ini dia sudah stabil ," katanya.

Saat terjadi keributan, kata Benny, pemuda itu langsung membawa pasien GS atau Sanjay (30) dengan kondisi masih terpasang infus.

"Saat nakes kami sudah kalang kabut ketakutan, tanpa seizin mereka kelompok pemuda ini membawa pasien keluar dan ini bisa dilihat di CCTV, dengan infus terpasang. Kami sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi," kata dia.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra mengatakan, bakal mengusut tuntas keributan yang terjadi di RS tersebut. Ia mengaku, dua pelaku yang ada dalam rekaman CCTV.

Baca Juga: WNA Ingin Masuk ke Indonesia Wajib Punya Asuransi Kesehatan dan Sertifikat Vaksin

"Dalam kasus ini kita mengamankan dua warga, yaitu TS dan JS," katanya.

Load More