SuaraSumut.id - Pemerintah menurunkan harga batas atas untuk tes swab PCR menjadi Rp300 ribu. Hal itu perintah langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pengamat Transportasi Publik dari Universitas Sumatera Utara (USU), M Ridwan Anas menilai, harga tes swab PCR yang menjadi syarat wajib menaiki moda transportasi pesawat di wilayah Sumut tidak seragam.
Pasalnya, harga PCR standar dengan VIP berbeda jauh. Dengan seragamnya tarid PCR yang sesuai dengan ketentuan pemerintah, tentunya tidak membuat bingung dan memudahkan masyarakat.
"Kalau bisa harga PCR itu lebih seragam. Jadi sekarang mau keluar 8 jam dengan keluar 24 jam tarifnya beda jauh. Untuk VIP bisa Rp 1,5 juta dan keluar dalam 8 jam. Kalau bisa itu diseragamkan atau di bandara ada tes yang bisa cepat keluar juga kenapa tidak," katanya kepada SuaraSumut.id, Selasa (26/10/2021).
Ia mengatakan, moda transportasi juga dilengkapi dengan fasilitas AC Ultraviolet (UV) yang efektif membunuh kuman, bakteri dan virus.
"Atau juga AC kendaraan dilengkapi, karena paling bahaya dia bersifat di udara dia tidak langsung mati virusnya," ungkapnya.
"Kalau bisa moda transportasi misal Transmetro Deli dilengkapi AC UV seperti itu, jadi juga gak terlalu membebani masyarakat (harus PCR)," ujar Ridwan.
Kebijakan Gantung
Salah seorang masyarakat Medan, Indra (34) menilai, penurunan harga tes PCR menjadi Rp 300 ribu merupakan kebijakan gantung.
Baca Juga: 5 Anak Warga Koja Keracunan Nasi Kotak Berlogo PSI Masih Dirawat di Rumah Sakit
"Kalau bisa ya lebih murah, kalau Rp 300 ribu masih membebani. Itu juga gak langsung keluarkan (hasil testnya). Menunggu lagi, kalau langsung siap beda lagi harganya," ungkapnya.
Indra mengatakan, baiknya bagi masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 dua kali cukup melampirkan hasil rapid test antigen.
"Sebagai screening awal harusnya lewat rapid antigen saja bagi yang sudah dua kali vaksin Covid-19. Untuk jarak dekat kalau bisa janganlah lampirkan PCR, mahal biaya PCR daripada ongkos," katanya.
Sementara itu, Deni Amrizal dari Klinik Jemadi mengatakan, tes swab PCR merupakan cara untuk mendeteksi virus Covid-19, sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Dengan turunnya harga tes PCR ini bisa membantu masyarakat (melakukan test PCR)," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya akan mematuhi penerapan harga tes PCR yang ditetapkan oleh pemerintah.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Tes PCR Rp 300 Ribu Dinilai Masih Mahal, IDI Minta Pemerintah Bisa Berikan Subsidi
-
Jokowi Minta Harga Tes PCR Rp 300 Ribu, Kemenkes Mulai Menghitung
-
Turun Harga Tidak Selesaikan Masalah, Jokowi Harus Hapus Syarat PCR untuk Penerbangan
-
TERBARU Tarif Swab PCR di Mayapada Hospital, Siloam dan Bandara Soekarno-Hatta
-
Bandara Pekanbaru Ikuti SE Satgas, Kemenhub & Kemendagri Terkait Tes PCR
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta
-
GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11
-
Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas
-
Air di Sejumlah Wilayah Medan-Deli Serdang Mati, Ternyata karena Ini
-
Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional