Apalagi, masyarakat juga antusias untuk mensukseskan program tersebut yang dibuktikan dengan selalu melakukan gotong royong setiap akhir pekan.
"Di samping itu, sesuai namanya, selama ini cita-cita masyarakat adalah untuk menjadikan warga di sini sejahtera dari segi ekonomi. Untuk itu, kami berharap Pak Wali dapat mewujudkan mimpi masyarakat sehingga perekonomian keluarga dapat meningkat dan lebih baik lagi," katanya.
Mantan aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bambang Antariksa menilai, edukasi terhadap masyarakat dalam mengatasi sampah sudah tepat. Sebab, permasalahan sampah tidak mungkin akan sukses jika hanya dilimpahkan tanggung jawabnya kepada Pemko Medan saja.
"Mesti dilakukan dalam suatu sistem. Artinya, mulai dari regulasi, aparatur pemerintah dan warga, semuanya harus berjalan dalam suatu sistem yang saling terkait dan mendukung. Tidak akan berhasil tanpa saling dukung satu sama lain," katanya.
Baca Juga: Ini 6 Daerah Rawan Tanah Longsor di Sumatera Selatan
Selain itu, edukasi edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan. Melalui edukasi akan timbul pemahaman. Jika masyarakat sudah paham, otomatis akan sepakat untuk ikut terlibat dan mendukung program Wali Kota terkait program kebersihan.
"Terbukti, muncul inisiatif warga membentuk tim patroli sungai. Ini yang mesti terus dikembangkan oleh Pak Wali Kota," katanya.
Disinggung tentang kecamatan lain yang mengikuti konsep kawasan bersih, Bambang mengaku seluruh kecamatan, kelurahan hingga level lingkungan sudah sepatutnya mendukung program kawasan bersih tersebut.
Paling tidak dapat dimulai secara bertahap untuk wilayah dalam kecamatan tertentu, kemudian ditingkatkan hingga ke level kelurahan hingga lingkungan.
"Pendekatan secara bertahap dan cluster ini realistis dan logis. Tidak mungkin dilakukan dalam waktu yang sama untuk seluruh wilayah Kota Medan secara sekaligus. Yang penting, program ini disusun melalui perencanaan yang matang dalam suatu blue print kawasan bersih Kota Medan," jelasnya.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Juara Dunia WSBK, Yamaha Pesta di Sirkuit Mandalika
Blue print itulah yang kemudian dilaksanakan, dimonitoring dan dievaluasi, termasuk tujuan yang hendak dicapai, strategi, regulasi, aparatur yang terlibat, pelibatan warga, sarana prasarana, anggaran biaya, jangka waktu serta ukuran keberhasilannya.
Berita Terkait
-
Ubah Limbah Jadi Berkah, Inovasi Pengelolaan Sampah Ini Sukses Go International
-
Koleksi Tas Clara Wirianda dan Lisa Mariana, Dikabarkan Jadi Simpanan Pejabat
-
Geger! Jasad Bayi Ditemukan di Tumpukan Sampah Tanah Abang, Terbungkus Handuk Pink!
-
Kumpulkan Gadget Bekas untuk Jaga Bumi, Solusi Mudah Daur Ulang E-Waste
-
Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik: Sucofindo-Containder Teken MoU untuk Solusi Berkelanjutan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Pria Bunuh Pacar dan Kubur Jasadnya di Kebun Sawit Labusel, Cemburu Korban Dijodohkan
-
Pukul Polisi saat Ditangkap, Maling Motor di Medan Diberi "Hadiah Lebaran"
-
Gunungsitoli Diterjang Banjir, Ratusan Jiwa Terdampak dan Puluhan Rumah Terendam
-
Polres Padang Lawas Tes Urine Dadakan di Arus Balik Lebaran 2025, Ini Tujuannya
-
Pemprov Sumut Target Peremajaan Sawit Rakyat 11.000 Hektare, Ini Alasannya