SuaraSumut.id - Polda Sumatera Utara (Sumut) telah memeriksa sebanyak 18 orang saksi yang terkait dalam kasus tenggelamnya kapal pembawa TKI ilegal ke Malaysia, lewat Batubara, Sumut. Kapal tersebut tenggelam pada 25 Desember 2021 lalu.
Dari 18 saksi yang diperiksa, sejumlah orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Ada beberapa yang kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Dirkrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, dikutip dari Digtara.com - jaringan Suara.com, Sabtu (1/1/2022).
Menurut Tatan, sejumlah tersangka yang sudah ditetapkan memiliki berbagai peran. Ada yang bertugas sebagai agen perjalanan dan yang mengamankan pemberangkatan kapal.
“Cara kerjanya menggunakan agen, dan berkomunikasi dengan HP dan dilakukan penjemputan, ditempatkan di suatu penampungan kemudian ditentukan waktunya untuk dilangsir menuju kekapal dan diberangkatkan,” ucapnya lagi.
Untuk biaya pemberangkatan, para pelaku mematok harga berkisar Rp 10 juta sampai Rp 11 juta. Ironisnya, mereka diberangkatkan ke Malaysia melalui ‘pelabuhan tikus’ yang ada di Kabupaten Batubara.
Untuk peristiwa tenggelamnya kapal tersebut, Tatan mengatakan bahwa mesin pompa penyedot air rusak dan kelebihan kapasitas menjadi faktor utama kapal tersebut tenggelam.
“2 kapal yang berangkat, yang pertama berisi sekitar 60 orang dan 1 lagi yang tenggelam berisi sekitar 50 orang,” ucapnya lagi.
Dirkrimum Polda Sumut ini mengatakan kepada keluarga korban yang merasa ada keluarganya yang ikut dalam kapal tersebut untuk segera melapor dan jangan takut. “Ada 6 orang yang sudah melapor itu dari Jawa Timur,” tutup Tatan.
Baca Juga: Kasus Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia, Polisi Militer TNI AU Tetapkan Sersan S Tersangka
Berita Terkait
-
Sejarah Kain Songket yang Buat Netizen Indonesia Protes ke UNESCO
-
Tim dari KBRI di Kuala Lumpur Identifikasi Jenazah Kapal Tenggelam yang Berisi WNI
-
Timnas Indonesia Dihajar Thailand 4 Gol, Media Malaysia: Beda Kelas!
-
Segrup Bareng Timnas Indonesia di Piala AFF U-23, Ini Respons Pelatih Malaysia
-
Makanan di Tupperware Selamat dari Banjir, Warganet: Harta Emak yang Paling Berharga
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Heboh Warga Labuhanbatu Pergoki Diduga Oknum TNI Curi 16 Sapi
-
Sinergi Kawal Kedaulatan Hukum, Imigrasi Sumut Ambil Bagian dalam Diskusi RUU HPI di USU
-
Duel Berdarah di Belawan: Pekerja Kontainer Lawan Begal Bermartil Demi Ponsel Kerja
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Kecelakaan Mobil vs Truk di Taput Bikin Pengiriman 112 Kg Ganja dari Madina ke Medan Terungkap