SuaraSumut.id - Kejadian mencekam dialami seorang pria bernama Eryanto alias Anto (44) warga Jalan Bromo Ujung, Medan. Pada Jumat (28/1/2022), Anto yang sedang berada di rumah teman wanitanya di daerah Martubung, dijemput sejumlah orang.
Anto disebut dianiaya hingga babak belur menggunakan kayu dan tali tambang. Puas menghajar korban, sejumlah orang itu lalu mengantar korban kembali ke rumahnya.
"Para pelaku menculik, menyiksa saya, merampok uang serta ponsel, kata Anto kepada SuaraSumut.id, Rabu (2/2/2022).
Pelaku menganiaya korban diduga terkait keributannya dengan teman wanita berinisial P di kawasan Martubung, masalah utang piutang.
"Aku meminta utang Rp 5,8 juta sama P. Habis itu dia mau pergi sama pria lain, mau foya-foya terserah," ungkap Anto.
Saat berada di rumah teman wanitanya itu, Anto melihat ada satu unit mobil berisi sejumlah orang.
"Turun empat orang laki-laki dari dalam mobil, terus aku dipukuli, aku dimasukan ke dalam mobil," ujarnya.
"Selama di jalan aku dihajar di dalam mobil. Yang satu bilang preman, yang satu bilang kakakku kau sekap, yang satu (mengaku) intel polisi, ditunjukkannya lencananya pakai rantai itu," jelasnya.
Korban ternyata dibawa oleh pelaku ke kawasan Sicanang Medan Belawan. Korban hanya bisa memperhatikan dan menahan rasa sakit.
Dia tak berdaya melawan para pelaku yang salah satunya mengaku oknum polisi.
"Sesampainya di Sicanang, aku diturunkan, disiksa lagi, diikat terus dimasukkan ke dalam teras," kata korban.
"Kemudian di bukaknya dompetku, dilihatnya dan ditanyanya aku orang media, saya jawab iya. Langsung muka saya ditunjangnya, dibilangnya ngaku-ngaku orang media pula kau," jelasnya.
Usai menghajar korban hingga bonyok, pelaku kemudian menyeret korban ke Polres Pelabuhan Belawan.
"Aku dibawa ke ruang juper, disuruh aku telepon keluarga, disuruh berdamai perkara percintaan, siap damai aku dibawa pulang," kata Anto.
Setelah kejadian ini, korban membuat laporan ke Polda Sumut, pada Sabtu (29/1/2022). Laporan korban tertuang dalam nomor STTLP/B/175/I/2022/SPKT/Polda Sumatera Utara.
Berita Terkait
-
Awalnya Iba, Warganet Balik Serang Shannon Wong Usai Adik Beberkan Fakta soal Penganiayaan Orangtua
-
Profil Harriet Robson, Model Cantik Korban Penganiayaan Mason Greenwood
-
Ponsel Pacar Mason Greenwood Sempat Diretas saat Posting Bukti Penganiayaan
-
Aiptu Erwin Depari Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan di SMK SPN Dirgantara Batam
-
Jaksa Hentikan Kasus Penganiayaan di Aceh
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
2 Pria Pengambil Timah Bekas Meregang Nyawa Tertimbun Longsor Malam di Medan
-
5 Sepatu Lari Lokal dengan Warna Paling Nyentrik yang Wajib Kamu Coba
-
Menata Ulang Tapteng Pascabencana, WALHI: Tolak Izin Tambang-Perkebunan Perusak Lingkungan
-
3 Sepatu Lari Paling Nyaman untuk Easy Run dan Jogging Santai
-
Kecelakaan di Tol Sibanceh, Anggota DPRA Alami Luka, Istri Tewas