SuaraSumut.id - Mobil Dinas Kesbangpol Aceh hangus terbakar. Mobil ludes dilalap api saat diparkir di kawasan Desa Rima Keunerum Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
"Mobil itu dilalap si jago merah diduga tersambar api dari gubuk yang terbakar didekatnya," kata Kepala BPBD Aceh Besar Farhan AP, melansir Antara, Minggu (6/2/2022).
"Kendaraan itu diketahui mobil jabatan Kepala Kesbangpol Aceh yang terparkir di samping gubuk," ujarnya.
Berdasarkan informasi, kebakaran terjadi sekitar pukil 03.15 WIB. Petugas pemadam menerima laporan saat api sudah membesar.
"Gubuk dan kendaraan dinas itu tidak bisa diselamatkan oleh petugas," ujarnya.
BPBD Aceh Besar mengerahkan satu unit armada pemadam dengan tujuh personel. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB.
"Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut, dan saat ini sudah ditangani pihak kepolisian," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat
-
Kapolda Aceh Ngaku Tak Tahu Motif Anggota Brimob Gabung Tentara Bayaran Rusia
-
8 Jembatan Bailey Dibangun di Aceh Timur Pascabencana