Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Minggu, 06 Februari 2022 | 10:34 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD. [Kemenkopolhukam]

SuaraSumut.id - Menko Polhukam Mahfud MD buka suara soal terorisme. Mahfud bilang ada tiga jenis ekstrimisme dapat mengarah pada terorisme dan intoleransi. Berpotensi memecah-belah persatuan bangsa, yaitu jihadis, takfiri, dan ekstremisme ideologis.

"Ekstrimisme Jihadis yang meyakini melakukan pembunuhan kepada orang lain yang tidak sepaham, atau bahkan membunuh orang dan kelompok tertentu yang dianggap menghalang-halangi terwujudnya paham mereka," katanya, melansir wartaekonomi.co.id--jaringan suara.com, Minggu (6/2/2022).

Kedua, ekstrimisme takfiri merupakan paham yang menganggap paham lain, walaupun satu agama, adalah paham yang sesat, kafir, yang tidak saja harus dijauhi tetapi harus dimusuhi.

"Identifikasi kelompok tidak hanya pada level pemikiran, tetapi juga pada simbol-simbol tertentu," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kepri Naik Tajam, Pemprov Ingatkan Warga Jangan Lengah

Ketiga, ekstremisme ideologis merupakan ekstremisme yang lunak namun tetap berbahaya.

"Mereka memiliki paham tertentu, yang dianggap paling benar dan menyalahkan paham yang dianut orang lain, bahkan paham nasional seperti Pancasila pun disebut sesat," katanya.

"Mereka berupaya mengubah Pancasila dengan memengaruhi pemikiran melalui lembaga pendidikan dan diskusi. Brosur-brosur penyusupan bahwa Pancasila salah dan harus diganti," pungkasnya.

Load More