SuaraSumut.id - Perajin tempe di Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, terus berjuang mempertahankan usahanya agar tetap beroperasi di tengah tingginya harga kedelai.
Salah seorang pemilik usaha pembuatan tempe, OK Khairul Mizan mengatakan, naiknya harga kedelai berdampak luar biasa terhadap perajin tempe.
"Dampaknya sangat luar biasa. Artinya bila biasa kita mendapatkan keuntungan yang lumayan, hari ini omzet menurun, penjualan juga menurun," kata Mizan kepada suarasumut.id, Selasa (22/2/2022).
Mizan mengaku telah merintis usaha pembuatan tempe sejak tahun 2016 dan telah mempekerjakan 25 pekerja. Akibat kenaikan kacang kedelai, kata Mizan, pihaknya terpaksa memperkecil ukuran tempe.
"Terpaksa kita perkecil sedikit ukurannya. Kita gak mungkin menaikan harga untuk konsumen," ujarnya.
Ia mengaku memproduksi 1.000 batang tempe setiap harinya. Tempe yang diproduksi dipasarkan ke pasar tradisional hingga ke swalayan di wilayah Medan dan Binjai.
"Untuk memproduksi kita membutuhkan setengah ton kacan kedelai. Per batang kita jual Rp 10 ribu," ucapnya.
Untuk itu, Mizan berharap pemerintah segera bertindak untuk menekan harga kacang kedelai.
"Mudah-mudahan pemerintah mau melihat kondisi kita ini, harapannya dibantu lah UMKM-UMKM ini. Karena kita mempekerjakan banyak orang," jelasnya.
Baca Juga: Brak! Mobil Patroli Polisi Tabrak Pengendara Sepeda Motor dan Dua Pelajar di Bogor
"Sebelumnya kita sudah mendapatkan edaran untuk mogok tanggal 21 hingga tanggal 23 secara nasional, tapi kita gak mungkin sendiri mogok," sambungnya.
Ia menjelaskan, harga kacang kedelai yang saat ini Rp 11 ribu per kilogram terasa memberatkan pengerajin tempe.
"Idealnya harga kacang kedelai Rp 7 ribu per kilogram. Kondisi ini sudah setahun kami alami," harapnya.
Pantauan di lokasi, terlihat sejumlah pekerja sedang sibuk bekerja mengolah kacang kedelai menjadi tempe mulai dari penyucian kacang, merebus, proses fermentasi hingga pencetakan dan pengemasan tempe menggunakan daun pisang.
Kontributor : M. Aribowo
Tag
Berita Terkait
-
Banyak Mengalami Tantangan, Kementan Terus Upayakan Kebutuhan Kedelai Nasional
-
Harga Kedelai di Mataram Rp 11 Ribu per Kilogram, Perajin Tahu Menjerit
-
Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Kartasura Sukoharjo Pilih Kurangi Takaran dan Ukuran Tahu
-
Rapor Buruk Pangadaan Bahan Pangan, Setelah Minyak Goreng Kini Kedelai Impor Mahal
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School
-
Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja
-
Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP
-
Nelayan Sergai Disambar Petir di Tengah Laut, 2 Tewas
-
Garena Tomb Busters Buka CBT November 2026, Ada La Llorona sampai Pocong