Suhardiman
Kamis, 03 Maret 2022 | 16:57 WIB
Ormas Islam Gelar Aksi Flashmob Kumandangkan Azan di Kemenag Sumut

SuaraSumut.id - Sejumlah ormas Islam bakal menggelar aksi flashmob mengumandangkan azan di depan Kantor Kemenag Sumut, pada Jumat (4/3/2022).

Aksi ini sebagai bentuk kecaman keras terhadap surat edaran (SE) Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara masjid dan musala yang menimbulkan polemik.

"Iya rencananya kita memang mau ada aksi, Insya Allah di Kementerian Agama Sumut. Kita aksi flashmob mengumandangkan azan," ujar Daud Dewan Pakar Gerakan Pemuda Islam (GPI) Sumut ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id lewat selular, Kamis (3/3/2022).

Ia mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kecaman keras terhadap SE Menteri Agama yang menciderai perasaan umat Islam di Sumut.

"Kita mengecam keras. Aturan itu hanya menimbulkan polemik tidak sehat, kalau memang menteri agama itu mau suara azan lebih baik, tinggal kementerian turun memohon komunikasi dengan umat datang ke masjid-masjid memperbaiki Akustik masjid," ungkap Daud.

Situasi semakin gaduh saat beredar pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas soal suara azan dan suara hewan.

"Kita melihat apa yang dilakukan Menteri Agama mengenai ucapan azan itu sangat tidak pantas dan kita sudah duga ini sudah masuk ke delik penistaan agama," katanya.

"Karena ucapan seperti itu sekurang-kurangnya menghinakan ajaran Islam, jadi kita tuntut Menteri Agama ini diberhentikan dari jabatannya," sambungnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas karib disapa Gus Yaqut menjelaskan kebijakannya soal aturan penggunaan pengeras suara atau toa di masjid.

Baca Juga: Bappenas Ungkap Jumlah Penduduk IKN Nusantara akan Mencapai 1,9 Juta Orang di Tahun 2045

Dia mengatakan aturan ini dibuat salah satunya untuk mendukung hubungan antarumat beragama lebih harmonis.

Namun dirinya menekankan aturan itu bukan melarang rumah ibadah umat Islam untuk menggunakan toa. Ia bilang hanya mengatur volume suara tidak keras melebihi 100 desibel.

"Kita bayangkan, saya Muslim saya hidup di lingkungan nonmuslim, kemudian rumah ibadah mereka membunyikan toa sehari lima kali dengan keras secara bersamaan, itu rasanya bagaimana?" tuturnya.

Kontributor : M. Aribowo

Load More