SuaraSumut.id - Malang nasib yang dialami bayi berusia 10 bulan di Medan. Bayi itu mengalami luka di bagian wajah akibat dihajar ayahnya berinisial AZP.
Pemicunya karena AZP tidak tahan mendengar bayi perempuannya terus menangis. AZP juga menganiaya istrinya RWS yang mencoba meredam amarahnya. Keributan pecah dan mengejutkan warga sekitar.
Para tetangga resah dengan suara keributan itu kemudian melapor ke pihak kepolisian. Petugas kemudian mengamankan pelaku.
"Pelaku tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga sudah kita amankan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Muhammad Firdaus kepada SuaraSumut.id, Rabu (9/3/2022).
Dari pemeriksaan, kata Firdaus, pelaku menganiaya istri dan anaknya pada Minggu (6/3/2022) dan Senin (7/3/2022).
"Awalnya AZP menggendong bayinya tapi malah mengangis dengan kuat. Ia lalu membawa anaknya masuk ke kamar mandi," ujarnya.
Sang istri yang melihat lalu meminta kepada suaminya aga anaknya diberikan kepadanya untuk digendong.
"Pelaku tidak mau. Pelapor melihat ada kemerahan di dada sebelah kiri anaknya," jelasnya.
Melihat anaknya terluka, kata Firdaus, istri spontan marah kepada pelaku sehingga terjadi keributan. Saat itulah pelaku mengamuk dan menganiaya korban.
"Pada Senin sore pelaku kembali mengamuk karena bayinya menangis," katanya.
Saat itu sag istri melihat suaminya menepuk-nepuk wajah anak korban sambil menyuruh diam.
"Sehingga istrinya berteriak meminta tolong, lalu tetangga berdatangan dan mengambil anak korban dari gendongan pelaku. Wajah anak sudah memar," katanya.
Kekinian pelaku telah ditahan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Pelaku dipersangkakan dengan Pasal Pasal 44 ayat (1) 44 UU RI No. 23 Tahun 2004 Tentang KDRT ancaman hukuman dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara.
Kontributor : M. Aribowo
Tag
Berita Terkait
-
Merasa Uangnya Dicuri, Perempuan Ini Tuduh dan Aniaya Anak Yatim Piatu
-
Polda Sumut Buru Pelaku yang Aniaya Wartawan di Madina Sumut
-
Bukti Pengutang Lebih Galak, Dua Pria di Solo Nekat Aniaya Rekannya Gara-gara Ditagih Utang Rp 800 Ribu
-
Bantah Anggota Aniaya Remaja Tunanetra, Kapolres Kampar Ungkap Kronologi Kejadian
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Likuiditas Kuat, BRI Jaga Keseimbangan Dividen dan Ekspansi
-
Satu Lagi Kawanan Perampok Serang-Bacok Sopir Truk di Medan Ditangkap
-
Ratusan Ojol Kepung Kantor Debt Collector di Medan Gegara Motor Rekan Ditarik Paksa
-
Sinergi Imigrasi Belawan-Ombudsman, Wujud Kepastian Layanan dan Hukum
-
Banjir Bandang Terjang Tapanuli Utara: 4 Rumah Hanyut, 18 Rusak Berat