SuaraSumut.id - Ulama Aceh ustaz Masrul Aidi menyebutkan banyak masjid yang terjebak dengan persoalan salat tarawih. Persoalan-persoalan salat tarawih seperti jumlah rakaat. Ada juga pengurus masjid melaksanakan salat tarawih secepat mungkin.
"Padahal semuanya tidak ada urgensi dengan pelaksanaan salat sunat itu sendiri," katanya melansir Antara, Rabu (30/3/2022).
Ia menjelaskan, salat tarawih hukumnya sunat. Masalah salat tarawih kini menimbulkan beragam polemik di masyarakat. Ada masyarakat yang melaksanakan delapan rakaat dan ada juga yang lebih.
"Anehnya ada oknum masyarakat memaksa salat tarawih lebih dari delapan rakaat," katanya.
Ada juga kebijakan pemerintah daerah menutup tempat usaha masyarakat saat salat tarawih. Padahal, masyarakat yang berusaha termasuk ibadah, mencari rezeki untuk keluarganya.
"Semua persoalan itu tidak ada urgensinya dengan pelaksanaan salat tarawih," katanya.
Aidi juga melihat pelaksanaan salat tarawih terlalu mepet dengan waktu berbuka puasa. Padahal, salat tarawih dilaksanakan jika seseorang sudah memiliki waktu istirahat yang cukup.
"Bayangkan jarak berbuka dengan salat isya kurang satu jam. Lalu dilanjutkan dengan salat tarawih, kapan mau istirahat," katanya.
Aidi menyarankan salat isya dan dilanjutkan dengan salat tarawih dilaksanakan di atas jam sembilan malam. Sehingga masyarakat bisa beristirahat terlebih dahulu.
Baca Juga: 50 Persen Lelaki Tak Sadar Alami Masalah Seksual, Ini yang Bisa Dilakukan
"Lebih ideal lagi salat tarawih dilaksanakan setelah tidur, karena sudah beristirahat dengan cukup," tukasnya.
Berita Terkait
-
Edaran Muhammadiyah Perbolehkan Salat Tarawih Berjamaah, Pengajian Buka Puasa Tak Diperkenankan Makan Bersama
-
Muhammadiyah Bolehkan Salat Tarawih Berjemaah, Wajibkan Masker Selalu Dipakai
-
Aturan Salat Tarawih di Tangsel, Wali Kota: Rapatkan Saf dan Diharapkan Sudah Booster
-
Muhammadiyah Perbolehkan Salat Tarawih Berjamaah di Masjid, Jamaah Diwajibkan Tetap Pakai Masker
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki