SuaraSumut.id - Kerukunan antar umat beragama di Medan sudah terjalin sejak dahulu kala. Jejak kerukunan ini terlihat dari bangunan masjid tertua di Medan.
Masjid Lama Gang Bengkok di Jalan Mesjid, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, ini berdiri 148 tahun yang lalu. Masjid ini menjadi saksi sejarah akulturasi budaya Islam-Tionghoa dan Melayu.
"Masjid ini didirikan tahun 1874, tanah ini adalah wakaf daripada Datuk Kesawan (Haji Muhammad Ali) dan kemudian dibangun oleh Tjong A Fie itu seorang kapten dari Cina," kata Sekretaris BKM Masjid Lama Gang Bengkok, Haji Mukhlis Tanjung kepada SuaraSumut.id, Selasa (19/4/2022).
Ia mengatakan, saat itu Datuk Kesawan bersama dengan Tjong A Fie menghadap ke Sultan Deli Ma'moen Al Rasyid.
"Mereka menceritakan niatnya untuk membangun masjid ini maka terbangunlah masjid ini," katanya.
Kala itu tidak ada nama resmi untuk diberikan pada masjid tersebut. Akhirnya banyak masyarakat menyebut masjid itu Masjid Lama Gang Bengkok.
"Kenapa namanya Masjid Lama Gang Bengkok, karena dulu pas di tekongan maka diberilah nama masjid itu," ujarnya.
Secara arsitektural, kata Mukhlis, masjid berkelir hijau kuning ini merupakan campuran dari tiga budaya yakin Tionghoa, Melayu dan Persia.
Baca Juga: Terapkan PTM 100 Persen, Disdikpora Izinkan Aktivitas Ekstrakurikuler dengan Catatan Ini
"Dari masjid ini kita lihat di atasnya ada kombinasi Cina, Melayu dan Persia, atasnya Cina, dalamnya ini ada lebah bergantungnya Melayu dan dalamnya ada Persia," ungkapnya.
"Kenapa warnanya kuning, karena kuning merupakan ciri khas Melayu, hijau adalah keislamannya yang ada di Tanah Deli ini," sambung Mukhlis.
Kerukunan Umat Harus Terus Dijaga
Ia menjelaskan, masjid ini memang menjadi simbol kerukunan umat beragama yang ada di Kota Medan.
"Kita mengharapkan kepada generasi yang sekarang ini apa yang telah dibuat oleh Tjong A Fie ini dan Datuk Kesawan ini perlu kita ambil kerukunan umatnya," imbuhnya.
Lokasi masjid ini berada di pemukiman mayoritas warga Tionghoa. Namun demikian, sepanjang masjid berdiri hingga sekarang masyarakat selalu hidup rukun beragama.
Berita Terkait
-
Menilik Masjid Suro Palembang, Menyimpan Memori Perjuangan Umat Muslim Beribadah di Masa Kolonial
-
Polisi Israel Pukuli Perempuan dan Anak-anak di Masjid Al Aqsa, Raja Arab Saudi Berang
-
Stok Turun Selama Ramadhan, PMI Yogyakarta Gelar Donor Darah di Masjid Gede Kauman Selasa Besok
-
5 Fasilitas Mewah yang Dimiliki Masjid Besar Al-Azhar Wonosari Bondowoso
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Bupati Aceh Timur Copot Kepala BPBD Gegara Data Korban Banjir Lamban
-
Tips Perawatan Sepeda Lipat agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan
-
6 Rekomendasi Sepeda untuk Remaja: Nyaman dan Sesuai Kebutuhan Aktivitas
-
Polisi Curi Motor Polisi di Polresta Deli Serdang, Kini Ditangkap Polisi
-
7 Merek Mobil Bekas dengan Spare Part KW Paling Mudah Dicari