SuaraSumut.id - Polisi menangkap empat orang yang berperan sebagai tokoh penting di organisasi Khilafatul Muslimin. Satu orang ditangkap di Medan. Sedangkan tiga lainnya ditangkap di Lampung dan Bekasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, keempat orang yang ditangkap berinisial AA, IN, F, dan SW.
"Penangkapan dilakukan pada 11 Juni 2022 di tiga lokasi, yaitu Lampung, Medan dan Bekasi," katanya melansir Antara, Minggu (12/6/2022).
Endra Zulfan mengatakan, mereka memiliki peran berbeda di organisasi Khilafatul Muslimin.
Seperti AA sebagai Sekretaris Khilafatul Muslimin yang menjalankan operasional dan keuangan. IN yang ditangkap petugas di Lampung, berperan menyebarkan doktrin melalui sistem pendidikan dan juga pelatihan.
"F yang ditangkap di Medan sebagai penanggung jawab keuangan dan pengumpul dana. Sedangkan SW yang ditangkap di Bekasi, perannya sebagai pengurus dan pendiri bersama pimpinan tertinggi mereka," ujar Endra Zulpan.
Dalam penangkapan itu, kata Endra Zulfan, petugas menyita barang bukti berupa atribut ormas, buku hingga buletin terkait Khilafatul Muslimin, serta beberapa unit komputer.
"Saat ini sudah dibawa tim tentu nanti kita periksa terkait apa yang ada di dalam unit komputer tersebut," katanya.
Ia mengatakan, keempatnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dipersangkakan dengan Pasal 59 ayat 4 dan 82 ayat 1 UU RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang ormas.
"Dan atau Pasal 14 ayat 1 dan 2, dan atau Pasal 15 UU Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara," jelasnya.
Diduga Buat Nomor Induk Warga Gantikan e-KTP
Ia mengatakan, pihaknya menemukan bahwa Khilafatul Muslimin membuat Nomor Induk Warga (NIW) untuk menggantikan e-KTP terbitan Pemerintah Republik Indonesia.
"Ada temuan menarik, mereka juga membuat nomor NIW untuk menggantikan e-KTP," ujarnya.
Dirinya mengatakan, petugas menemukan puluhan ribu data induk warga anggota Khilafatul Muslimin.
Adapun penemuan data nomor induk warga ini merupakan hasil dari pengembangan terhadap penangkapan empat orang tersebut.
Berita Terkait
-
Khilafatul Muslimin Sudah Sampai Membuat Nomor Induk Warga Sendiri Gantikan e-KTP
-
Polisi: Khilafatul Muslimin Buat Puluhan Ribu Nomor Induk Warga untuk Gantikan KTP
-
Polisi Tangkap Tokoh Khilafatul Muslimin di Bekasi
-
Tiga Petinggi Khilafatul Muslimin di Cimahi Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
-
Soal Penangkapan Petinggi Khilafatul Muslimin, Ganjar: Nilai Pancasila Harus Ditanamkan Sejak PAUD
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
SPBU di Sergai Curangi Konsumen dengan Kurangi Takaran BBM, 2 Orang Ditangkap
-
Polisi Ungkap 5 Kasus Penyalahgunaan BBM di Sumut, 6 Jadi Tersangka
-
Jadwal SIM Keliling Medan 26 Oktober-1 November 2026, Ini 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan
-
Tak Harus Bahagia Dulu, Tersenyum Bisa Memengaruhi Suasana Hati
-
Tikus Masuk ke Atap Rumah? Ini Penyebab dan Cara Mengusirnya