Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Senin, 13 Juni 2022 | 13:28 WIB
Seorang pedagang menimbang cabai merah sebelum dijual ke konsumen. [Antara]

SuaraSumut.id - Cabai merah keriting semakin pedas di Sumatera Utara (Sumut), Senin (13/6/2022). Pasalnya, harga cabai merah tembus Rp 100 ribu per kilogram.

Dilhat dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah dijual Rp 100 ribu per kilogram di Pasar Batu, Kota Padangsidimpuan. Sedangkan di Pusat Pasar Medan harga cabai tembus Rp 90 ribu per kilogram.

Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, harga cabai pada hari ini melonjak sebesar 41,93 persen. Tak ayal harga cabai merah yang terus melambung naik membuat emak-emak puyeng.

"Sudah sepekan ini cabai merah mahal, pusinglah," kata Tari (29), salah seorang emak-emak di Deli Serdang.

Baca Juga: Viral! Pelajar Laki-Laki Ini Punya Suara Mirip Presiden Jokowi

Untuk mensiasatinya, Tari terpaksa mengurangi porsi pembelian cabai.

"Hari ini satu ons (cabai) sudah Rp 10 ribu, ya dikurangilah beli cabainya. Gak bisa satu kilogram ya setengah kilogram, gak bisa juga ya beli satu ons. Tapi ya gitu, cabai sedikit kurang sedap masakan," kata Tari.

"Kalau mau enak ya harus ada uang tambahan belanja. Kalau gak ada harus sabar-sabarlah. Apa-apa semua mahal sekarang," sambungnya.

Membenamkan daya beli masyarakat

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, kenaikan harga cabai merah semakin membenamkan daya beli masyarakat

Baca Juga: Geng Motor Bikin Ulah di Cimahi hingga Bikin Babak Belur Seorang Pemuda, Begini Kesaksikan Warga

"Yang paling parah masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang tinggal di wilayah perkotaan," katanya.

Ia mengatakan, faktor pemicu kenaikan harga cabai tidak terlepas dari kenaikan harga cabai di wilayah Jawa, yang sudah terlebih dahulu menembus angka Rp 100 ribu per kilogram.

"Sehingga para agen atau pedagang besar berlomba lomba untuk membeli cabai merah dari banyak wilayah. Alhasil harga cabai di banyak wilayah terkerek naik mengikuti harga cabai di pulau Jawa," jelasnya.

Dari hasil kajian dirinya di lapangan, masyarakat menengah kebawah dengan empat orang anggota keluarga membutuhkan 1 kilogram cabai untuk memenuhi kebutuhan selama dua pekan.

"Kalau sebulan sekitar 2 kg dan rata rata harga cabai pada Mei sekitar Rp 31 ribuan per kg (sampel wilayah Sumut) maka ada potensi tambahan pengeluaran sekitar Rp 140 ribu per bulan hanya untuk cabai saja," katanya.

Gunawan menyampaikan, masyarakat ekonomi menengah ke bawah di perkotaan imenghabiskan sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per hari (tahun 2021) untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur, sambal dan lauk.

"Itu di luar beras, listrik, pulsa, LPG, BBM, jajan anak-anak, rokok, sewa rumah, hingga cicilan," ucapnya.

Ia mengatakan, yang menjadi persoalan adalah yang naik belakangan ini bukan hanya cabai merah saja.

"Cabai rawit, cabai hijau, daging dan telur ayam, produk turunan kedelai seperti tahu dan tempe, sayur sayuran, ikan segar, tepung, rokok hingga bawang," imbuhnya.

Dengan kenaikan harga tersebut, kebutuhan pengeluaran masyarakat menengah kebawah itu naik setidaknya 10 ribu per harinya.

"Atau ada pengeluaran tambahan sekitar Rp 300 ribu per bulan. Dengan kondisi ekonomi yang serba sulit dihantam pandemi, bukan perkara gampang untuk mendapatkan Rp 300 ribu itu," ujar Gunawan.

Gunawan menuturkan, pemerintah harus mengalokasikan dana yang lebih besar untuk bantuan sosial. Anggarannya harus naik dan lebih besar dari alokasi di tahun sebelumnya.

"Banyak masyarakat yang masuk dalam garis kemiskinan dan terjebak dalam kemiskinan ekstrim. Pemerintah harus memprioritaskan penyelamatan masyarakat yang masuk dalam kemiskinan ekstrim tersebut," ungkapnya.

Kontributor : M. Aribowo

Load More