SuaraSumut.id - BPOM menarik produk es krim merek Haagen-Dazs rasa vanilla dari pasaran. Hal ini menyusul informasi yang diterima oleh INRASFF dari EURASFF tentang kadar Etilen Oksida dalam produk itu.
Sebagai langkah kehati-hatian, BPOM melakukan penarikan produk yang terdaftar di Indonesia, yakni es krim rasa vanila merek Haagen-Dazs berkemasan pint dan mini cup kemasan 100 ml dan 473 ml, produk yang sama lantaran diimpor dari Prancis.
"Produk yang ditarik adalah es krim rasa vanila merek Haagen-Dazs kemasan pint dan mini cup," katanya melansir Suara.com, Rabu (20/7/2022).
Untuk melindungi masyarakat, BPOM menginstruksikan importir untuk melakukan penarikan dari peredaran terhadap kedua produk es krim rasa vanila itu
BPOM juga menginstruksikan importir untuk menghentikan sementara peredaran atau penjualan produk es krim merek Haagen-Dazs lainnya, dengan komposisi yang mengandung perisa vanila sampai produk tersebut dipastikan aman.
Dikutip dari laman CDC, etilen oksida (CHO) adalah gas yang mudah terbakar dengan bau yang agak manis. Paparan etilen oksida dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, diare, sulit bernapas, mengantuk, lemah, lelah, mata dan kulit terbakar dan berisiko untuk reproduksi
Paparan etilen oksida yang terlalu tinggi dapat merugikan manusia. Sementara itu, etilen oksida juga digunakan di banyak industri seperti untuk memproduksi pelarut, antibeku, tekstil, deterjen, perekat, dan busa poliuretan.
Berikut fakta tentang Haagen-Dazs seperti dilansir Kids Kiddle.
1. Diciptakan Tahun 1961
Baca Juga: The 36th Hundred Flowers Awards Segera Digelar, Jackson Yee Masuk Nominasi
Es krim ini diciptakan pada tahun 1961 oleh Reuben dan Rose Mattus di The Bronx, New York. Mereka membuka toko pertama mereka pada tanggal 15 November 1976 di Brooklyn.
2. Di Balik Nama "Haagen-Dazs"
Kata ini ditemukan oleh Mattus karena "terdengar dari Denmark". Dia menggunakannya sebagai penghargaan atas perlakuan baik Denmark terhadap orang Yahudi selama Perang Dunia II.
Garis besar Denmark juga digunakan pada label awal mereka. Namun namanya bukan dari bahasa Denmark.
3. Saat Ini Dimiliki General Mills
Pada tahun 1983, Haagen-Dazs dibeli oleh Pillsbury. Pillsbury kemudian dibeli oleh General Mills pada tahun 2001.
Berita Terkait
-
BPOM Tarik Es Krim Vanilla Haagen-Dasz Gegara Diduga Mengandung Etilen Oksida, Apa Sih itu?
-
5 Fakta Menarik Haagen-Dazs, Merek Es Krim Premium yang Ditarik Badan Pom Karena Tinggi Kandungan Etilen Oksida
-
Badan POM Tarik Es Krim Haagen-Dazs Rasa Vanila
-
Tiara Andini Ungkap Alasan Hobi Makan Es Krim Setiap Hari
-
Tengah Rayakan Ulang Tahun, Bocah Ini Justru Lari dari Acara untuk Beli Es Krim
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Indosat Hadirkan AIvolusi5G yang Kini Mencakup Lebih dari 340 Site Kota Medan
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
-
Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Menkomdigi Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja