SuaraSumut.id - Warga yang bermukim di pinggiran Sungai Aek Situmandi, Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan 4 tengkorak manusia.
Keempat tengkorak itu ditemukan dalam peti mati yang terbuat dari pohon enau yang sudah kelihatan usang di pinggiran sungai. Sontak warga sekitar seketika turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Taput Aiptu W Baringbing menjelaskan, penemuan ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang sedang mencari bekas di sekitar sungai.
"Warga menemukan tengkorak saat masuk ke sungai mencari besi-besi bekas untuk diperjualbelikan," katanya, Rabu (28/9/2022).
Di daratan kering di pinggir sungai, kata Baringbing, warga melihat ada batang pohon enau yang sudah membusuk muncul ke atas.
Warga tersebut penasaran untuk membuka batang pohon dan setelah terbuka lalu melihat tengkorak manusia di dalam. Dirinya pulang dan menceritakan hal tersebut kepada tetangganya.
"Akan tetapi, karena hari sudah sore menjelang malam warga sekitar memutuskan untuk melihat onggok tulang belulang keesokan harinya dengan didampingi petugas kepolisian," ungkapnya.
Warga sekitar didampingi petugas kepolisian turun ke pinggir sungai untuk melihat hal tersebut.
"Setelah peti mati yang terbuat dari batang pohon enau dibuka kelihatan di dalamnya ada tengkorak manusia yang diduga telah berusia lebih dari 200 tahun," ujarnya.
Baca Juga: 5 Tahun Pajak STNK Mati Otomatis Data Terhapus, Korlantas Polri: Silakan Disimpan Saja Kendaraannya
Kepala Desa Diraja Hutagalung Japatar Hutagalung kepada petugas kepolisian menyampaikan, bahwa tengkorak itu diyakini tengkorak dari leluhur mereka keturunan dari marga Hutagalung yang dikebumikan sekitar 200 tahun yang lalu.
"Alasannya untuk menyampaikan hal tersebut, bahwa dulunya sungai ini tidak selebar yang saat ini. Jadi pinggiran sungai ini dulunya tempat bercocok tanam warga desa kami, serta sebagian membuat menjadi lokasi penguburan nenek-neneknya," kata Baringbing.
Akibat perubahan ekosistem, debit air semakin besar dan pinggiran sungai pun terkikis sehingga lahan bercocok tanam dan pekuburan pun jadi aliran sungai.
Oleh karena itu, masyarakat dan pengetua desa Siraja Hutagalung meminta agar pihak kepolisian menunggu upaya penelusuran atas asal usul kerangka tengkorak tersebut yang nantinya akan dimakamkan secara layak di tempat pemakaman umum melalui prosesi adat.
"Rencananya warga akan memindahkan tengkorak ke penguburan umum dengan melakukan penelusuran sejarah serta melaksanakan upacara adat," katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Polisi Sita Puluhan Tengkorak Diruang Rahasia Ferdy Sambo "Ternyata Hoaks" !
-
Geger Ferdy Sambo Pasrah, Puluhan Tengkorak Disita Polri, Ini Faktanya
-
Geger Penemuan Tengkorak-tengkorak di Rumah Ferdy Sambo, Ini Fakta Sebenarnya
-
CEK FAKTA: Benarkah Video Ferdy Sambo Tertunduk Pasrah Saat Puluhan Tengkorak Disita Polri?
-
Pelajar 'Dikepruk' Kepalanya, Pembuluh Darah Pecah, Tengkorak Remuk Sampai Serpihannya Menekan Otak
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Korban Banjir Pidie Jaya Masih Bertahan di Tenda Pengungsian, Huntara Tak Kunjung Jelas
-
BMKG Peringatkan Gelombang Laut Tinggi di Sumut hingga 2,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada
-
Anggota Brimob Polda Aceh yang Gabung dengan Tentara Bayaran Rusia Kini Dipecat
-
Anggota Brimob Polda Aceh Gabung dengan Tentara Bayaran Rusia Usai Desersi
-
OYO Laporkan Pengelola Hotel ke Polda Sumut, Diduga Langgar Perjanjian dan Ganggu Operasional