SuaraSumut.id - Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Bima Sakti menyarankan agar pelatih timnas U-23 untuk SEA Games 2023 adalah sosok yang dekat dengan pelatih kepala timnas U-19 dan senior Indonesia, Shin Tae-yong. Hal ini dilakukan agar metode kepelatihannya berkesinambungan.
"Mungkin 'coach' Nova (Nova Arianto, asisten pelatih Shin Tae-yong-red) bisa mengisi posisi pelatih itu karena dia lebih mudah berkomunikasi dengan Shin," kata Bima Sakti.
PSSI mencari pengganti Shin Tae-yong untuk SEA Games 2023 supaya pelatih asal Korea Selatan tersebut fokus menangani timnas U-20 di Piala Dunia U-20 2023.
SEA Games 2023 dijadwalkan berlangsung pada 5-16 Mei 2023 di Kamboja. Jika sesuai rencana, jadwal itu dianggap sangat mepet karena Indonesia akan berlaga di Piala Dunia U-20 2023 yang digelar 20 Mei-11 Juni 2023.
PSSI menginginkan medali emas sepak bola putra dari SEA Games 2023. Terakhir kali PSSI prestasi tersebut adalah pada tahun 1991.
Menurut Bima, jika pelatih untuk SEA Games 2023 tersebut sudah mengenal dan faham metode dan program dari Shin Tae-yong, tentu akan lebih memudahkan beradaptasi.
Mengenai kesiapan dia jika ditunjuk, Bima enggan berspekulasi karena menurutnya masih banyak pelatih lain yang mungkin lebih siap untuk menjadi juru taktik timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games Kamboja, pada Mei 2023.
"Saya kira banyak pelatih lain yang lebih siap. Namun, saya menyerahkannya ke PSSI," pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-16 2018 tersebut.
Pria berusia 46 tahun itu memilih untuk fokus menangani timnas U-16/U-17 yang akan berlaga di Asian Youth Games di China pada Desember 2022.
Baca Juga: Indonesia Kalah Telak Melawan Malaysia, Bima Sakti: Kesalahan Staf Pelatih
Bima Sakti dipercaya menangani timnas U-16 Indonesia sejak Desember 2018. Dia datang ke skuad berjuluk Garuda Asia untuk menggantikan Fakhri Husaini.
Dalam prosesnya, Bima berhasil membawa skuadnya lolos ke Piala Asia U-16 2020 setelah menjadi tim terbaik kedua pada kualifikasi.
Pada kualifikasi tersebut, Indonesia tak terkalahkan dan bahkan mampu mengimbangi China 0-0. Namun, Piala Asia U-16 2020 batal digelar karena pandemi COVID-19.
Kemudian, pada pengalaman pertamanya pada Piala AFF U-16, tepatnya tahun 2019, Bima mempersembahkan posisi ketiga untuk Indonesia.
Tiga tahun kemudian, pemain timnas Indonesia era 1990-an itu mengantar skuadnya menjuarai Piala AFF U-16 2022.
Namun, di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023, Bima gagal membawa timnya melaju ke Piala Asia U-17 2023. (Antara)
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia U-16 Dipermalukan Malaysia 1-5, Bima Sakti Ungkap Pihak yang Bersalah
-
Bima Sakti: Mental Timnas Indonesia Hancur Setelah Malaysia Cetak Gol Ketiga
-
Pelatih Timnas U-17 Indonesia : Saat Malaysia Membuat Gol Ketiga Kami Semakin Down
-
Diserang Warganet Seusai Kalah 1-5 dari Malaysia, Timnas U-17 Diharap Tetap Tegar
-
Timnas U-17 Indonesia Kalah Telak 1-5 Lawan Malaysia, Bima Sakti Mengaku Salah
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Indosat Dorong Akselerasi AI Terapan Skala Nasional
-
Promo Indomaret Hari Ini 6 Mei 2026, Hemat 33 Persen Susu Anak
-
Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
-
Kebakaran Hebat di Lhokseumawe: 77 Rumah Ludes Terbakar, Ratusan Warga Mengungsi
-
Oknum Jaksa Diperiksa Kasus Dugaan Perselingkuhan dengan CPNS