SuaraSumut.id - Seorang pria di Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, berinisial EP (25) membunuh abang kandungnya Marganti Siregar (45).
Peristiwa terjadi pada Sabtu (15/10/2022). Polisi yang mendapat laporan melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.
Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi mengatakan, insiden berawal saat korban mendatangi pelaku yang sedang duduk-duduk di depan rumahnya. Setelah berdekatan, korban bertanya soal kompor gas yang diambil pelaku.
"Pelaku menjawab bahwa barang itu adalah milik ibunya," katanya melansir Antara, Senin (17/10/2022).
Akibat jawaban pelaku itu, korban mengajak pelaku berkelahi. Awalnya pelaku tidak melawan karena merasa bahwa korban adalah abang kandungnya.
"Namun perlakuan korban sudah kelewat batas dan sudah berencana mau mengambil sebilah parang," ujarnya.
Lalu pelaku emosi dan mengambil gagang kampak yang ada di lokasi. Ia kemudian memukul kepala korban dari belakang.
"Akibat pukulan itu, korban terjatuh ke tanah dengan posisi telungkup. Pelaku kembali memukul kepala korban sebanyak dua kali hingga berlumuran darah dan meninggal dunia di lokasi" jelasnya.
Saat ini pelaku dan barang bukti berada di Mapolres Taput untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Lengkap! Berikut Isi Surat Perjanjian Damai Rizky Billar - Lesti Kejora
Berita Terkait
-
Pengacara Bilang Putri Candrawathi Depresi Jelang Sidang Pembunuhan Brigadir Joshua
-
Geger! Tahanan Kasus Pembunuhan Ditemukan Gantung Diri di RS Jiwa Ernaldi Bahar Palembang
-
Skandal Jenderal Bermasalah Di Tubuh Polri: Terlibat Korupsi, Dalang Pembunuhan Hingga Peredaran Narkoba
-
Tragedi Kanjuruhan Terindikasi Pembunuhan Massal, Aremania Tuntut Penyelidikan Kejahatan HAM
-
Tim Pencari Fakta Sebut Tragedi Kanjuruhan Bukan Kerusuhan, Melainkan Pembunuhan
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?