SuaraSumut.id - Kawanan gajah liar merusakan padi dan pohon pinang muda milik warga di Desa Gunong Buloh, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya.
Salah seorang petani bernama Musliadi mengatakan, kawanan gajah liar merusak lebih kurang setengah hektare tanaman padi.
"Untuk pohon pinang juga hampir habis dimakan,” kata salah seorang petani Desa Gunong Buloh Musliadi, di Aceh Jaya, Senin.
Guna mencegah gajah liar tidak masuk lagi ke tanaman, dirinya bersama rekan lainnya sudah mulai pergi ke sawah saat malam hari.
"Kami sudah laporkan juga kepada pihak BKSDA dan mereka memberikan mercon untuk kami, namun kami rasa dengan mercon saja tidak cukup untuk mengusir gajah itu," ungkapnya.
Gajah liar yang merusak tanaman padi dan pinang diperkirakan sekitar sembilan ekor dan mereka datang secara berkelompok.
Dirinya berharap adanya kepedulian dari pemerintah daerah terhadap hancurnya tanaman padi masyarakat akibat gajah liar tersebut, sehingga bisa membantu beban petani padi setempat.
"Kami sangat berharap perhatian dari pemerintah khususnya pihak BKSDA supaya kawanan gajah tersebut bisa kembali ke habitatnya agar kami bisa bertani kembali dengan tenang," ujarnya.
Laporan kawanan gajah sumatera liar yang merusak areal perkebunan warga meningkat sejak awal tahun ini di Aceh Jaya. Pada awal pekan lalu kawanan gajah juga dilaporkan merusak kebun kelapa sawit dan kelapa milik warga di Kecamatan Teunom.
Baca Juga: Demi Penuhi Kesehatan Tubuh, Ketahui Jenis Suplemen yang Wajib Ada pada Makanan Anda
Berita Terkait
-
Halau Gajah Liar di Aceh Jaya, BKDA Kerahkan Personel dan Dua Ekor Gajah Jinak
-
Warga Suoh Resah Keberadaan Gajah Liar yang Mulai Dekati Permukiman
-
Desa-desa di Seunagan Aceh Jadi Lintasan Kawanan Gajah Liar
-
Momen Presiden Jokowi Menyaksikan Habitat Gajah Liar dari Ruas Tol Pekanbaru-Dumai
-
Habitatnya Dibelah, Jokowi Tengok Gajah Liar dari Tol Pekanbaru-Dumai
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Korban Banjir Pidie Jaya Masih Bertahan di Tenda Pengungsian, Huntara Tak Kunjung Jelas
-
BMKG Peringatkan Gelombang Laut Tinggi di Sumut hingga 2,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada
-
Anggota Brimob Polda Aceh yang Gabung dengan Tentara Bayaran Rusia Kini Dipecat
-
Anggota Brimob Polda Aceh Gabung dengan Tentara Bayaran Rusia Usai Desersi
-
OYO Laporkan Pengelola Hotel ke Polda Sumut, Diduga Langgar Perjanjian dan Ganggu Operasional