SuaraSumut.id - Fenomena "medical tourism" atau berobat keluar negeri, kini semakin menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Indonesia. Medisata, kantor perwakilan RS Malaysia di Indonesia, menuturkan setelah viralnya topik ini di media sosial, banyak orang Indonesia yang menjadi penasaran dan tertarik untuk mencoba berobat di luar negeri, terutama ke Malaysia.
Ada beberapa alasan, mengapa Malaysia menjadi destinasi populer bagi para pasien Indonesia yang ingin berobat keluar negeri.
Pertama, lokasinya yang cukup dekat dengan Indonesia dan dapat dicapai dengan mudah melalui jalur udara, laut, maupun darat. Kedua, biaya perawatan di Malaysia yang bersaing. Ketiga, Malaysia memiliki fasilitas kesehatan yang cukup baik dan modern, termasuk rumah sakit dan klinik yang dilengkapi dengan peralatan medis canggih.
Namun sebelum memutuskan untuk berobat ke Malaysia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, pastikan untuk memilih rumah sakit atau klinik yang memiliki reputasi yang baik dan terpercaya. Pasien bisa mendapatkan info tentang dokter atau spesialis yang akan menangani kasus medis Anda dan pengalaman yang cukup dalam menangani kasus serupa dengan menghubungi pihak Medisata lewat website Medisata.com atau whatsapp ke 0812-9078-2823.
Kedua, pastikan bahwa Anda mengumpulkan informasi penting seperti perkiraan biaya berobat sebelum berangkat. Tujuannya adalah agar semua bisa dipersiapkan jauh-jauh hari. Untuk pasien yang ingin menggunakan fasilitas asuransi, pasien bisa berkoordinasi dengan pihak asuransi agar formulir yang perlu diisi dibawa saat pergi berobat.
Ketiga, pastikan masa berlaku paspor lebih dari 6 bulan. Selain itu, pastikan juga untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di Malaysia, terutama selama pandemi Covid-19.
Selain berobat, banyak pasien Indonesia yang juga memanfaatkan kesempatan untuk berwisata di Malaysia. Ada banyak tempat wisata menarik di Malaysia, seperti Petronas Twin Towers, Batu Caves, dan Taman Negara. Namun pastikan untuk tetap memperhatikan kesehatan Anda dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku selama perjalanan.
Dalam kesimpulannya, berobat keluar negeri, terutama ke Malaysia, bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih baik dan biaya yang lebih terjangkau. Namun, pastikan untuk memperhatikan beberapa hal penting sebelum memutuskan untuk berobat ke Malaysia, termasuk memilih rumah sakit atau klinik yang terpercaya, memiliki asuransi kesehatan yang sesuai, dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Baca Juga: Program Medan Medical Tourism, RSUD Pirngadi Siapkan 2 Layanan Unggulan
Berita Terkait
-
Soroti Hilangnya Devisa Untuk Berobat Keluar Negeri, Dokter Deby Vinski: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Stem Cell Dunia
-
Malaysia Healthcare Travel Council Bikin Warga Indonesia Makin Mudah Berobat ke Negeri Jiran
-
Sudah Ada RS Modern di Daerah, Jokowi Imbau Masyarakat Tidak Berobat Keluar Negeri
-
Program Medan Medical Tourism, RSUD Pirngadi Siapkan 2 Layanan Unggulan
-
RS Adam Malik Siap Jadi Penyelenggara Wisata Medis Kota Medan
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
Terkini
-
Pilihan Alat Rumah Tangga untuk Kamu yang Super Sibuk
-
Ingin Cek Rasionalisasi SNBP 2026 Online Secara Gratis? Ini Caranya
-
Pidie Jaya Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 28 Januari 2026
-
Kasus Kekerasan Anak di Bawah Umur di Aceh Jaya Meningkat
-
225 Destinasi Wisata di Aceh Rusak Akibat Bencana