SuaraSumut.id - Polda Sumut menggerebek tempat pemalsuan oli di Komplek Gudang Cemara Cahaya Mas, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Jumat 25 Agustus 2023, petugas mengamankan empat orang teknisi berinisial N, AP, SW dan P.
"Teknisi itu melakukan proses atau mekanisme dari mulai memasukkan oli ke dalam botol kemasan, memberikan striker di botol kemasan, mengemas ke dalam kardus dan kemudian memperjualkan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Senin (28/7/2023).
Hadi mengatakan pemilik pabrik berinisial T sedang dalam pengejaran. Dirinya meminta T agar kooperatif dan menyerahkan diri ke Polda Sumut untuk menjalani proses hukum.
"Harapan kita yang bersangkutan menyerahkan diri," ujarnya.
Dari penggerebekan pabrik oli palsu tersebut, kata Hadi, petugas menyita barang bukti 18 kardus berisi oli merk Pertamina Lubricants (Mesran), 106 kardus berisi oli merk AHM Oil MPX2, 21 kardus pelumas HMX radiator coolant.
Kemudian 63 kardus Federal Ultratec, 54 kardus pelumas OEM Oil HMX1, 150 kardus pelumas transmision gear oil merk Vilux, dan 15 kardus pelumas OEM Oil HMX2. Petugas juga menyita mesin kemasan botol oli, mesin untuk memproduksi tutup oli, mesing giling, tangki penampungan oli, dan lainnya.
"Petugas akan melakukan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya (nama perusahaan dicatut) yang masuk dijadikan barang bukti," cetusnya.
Keempat pelaku dijerat dengan Undang-Undang (UU) No. 3 tahun 2014 tentang perindustrian, UU No. 7 tahun tentang perdagangan dan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
Baca Juga: Kalahkan Persikabo 1973, Arema FC Raih Kemenangan Perdana di Musim Ini
Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Teddy Jhon S Marbun menambahkan, dari pemeriksaan oli palsu itu diperjualbelikan di wilayah Sumut.
"Modus operandinya awalnya drum berisi oli dan akan dimasukkan ke dalam tandon, dan tandon-tandon itu barulah mengenakan selang langsung dituangkan ke dalam masing-masing kemasan satu liter," cetusnya.
"Jadi mereka mengemas sendiri, lalu dipacking dan di-distribusikan di wilayah Sumatera Utara," sambungnya.
Pihaknya masih mendalami sudah berapa lama gudang pembuatan oli palsu ini beroperasi dan dari mana mendapatkan bahan bakunya. Polda Sumut mengimbau masyarakat agar berhati-hati bila membeli oli dengan kadar satu liter.
"Hati-hati membeli oli dengan kadarnya seperti yang disampaikan tadi, ada yang satu liter ini harus hati-hati," katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Banyak Pemotor Kecelakaan di Hero PCI Akibat Tumpahan Oli di Jalan Protokol Cilegon
-
Mesin Mobil Mesti Gunakan Pelumas Sesuai Kebutuhan, Ini Tips Pilih Oli
-
Peredaran Oli Palsu Rugikan Banyak Pihak, Asosiasi Minta Segera Diberantas
-
Cara Kocak Bapak-bapak Ini Buka Tutup Oli Bikin Ngakak, Warganet: Aneh Pabriknya
-
3 Manfaat Oli Bekas untuk Sepeda Motor, Bukan Hanya untuk Pelumas Mesin!
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
-
Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Menkomdigi Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat