SuaraSumut.id - Seorang ayah tiri di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), menganiaya anak laki-laki-nya yang berusia 7 tahun hingga babak belur.
Korban berinisial KMN dianiaya oleh Abdul Hamit Harahap (30) menggunakan asbak, kayu, besi, kabel dan hanger saat sedang belajar di dalam rumah.
"Pelaku yang melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) terhadap anaknya sudah diamankan," kata Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Maria Marpaung kepada SuaraSumut.id, Minggu (12/11/2023).
Kasus ini terungkap saat tetangga mendengar korban mendapatkan perlakuan tidak wajar dari ayah tirinya, kemudian melaporkan ke kepala lingkungan setempat, pada Jumat 3 November 2023.
"Kepala lingkungan lalu menemui korban dan melihat bahwasanya kening dan hidung korban dalam keadaan berdarah, kepala sebelah kiri dan kanan dalam keadaan memar dan lebam serta pada bagian punggung juga memar dan lebam," ungkap Maria.
Atas kejadian tersebut, kepala lingkungan lalu berkordinasi dengan Unit Perlindungan Anak Kota Padangsidimpuan serta melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Pihak kepolisian yang mendapat laporan melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa video pengakuan korban dan kemudian menangkap pelaku.
Dari tangan pelaku disita sejumlah barang bukti seperti asbak, kayu, besi, kabel dan hanger yang digunakannya untuk melakukan kekerasan terhadap korban.
"KDRT terjadi saat belajar, korban diajari dan jika tidak tahu langsung dipukulnya," cetusnya.
Pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (2) dan ayat (4) UU No. 35 Tahun 2014 tantang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tetang perlindungan anak, Jo Pasal 44 Ayat (2) tentang penghapusan KDRT ancaman hukuman di atas 7 tahun kurungan penjara.
Kontributor : M. Aribowo
Tag
Berita Terkait
-
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
-
Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal
-
Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen
-
Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes
-
PSMS Tekuk PSIS 2-1, Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki