SuaraSumut.id - Guna mencukupi berbagai kebutuhan di masa kampanye Pemilu 2024, banyak para calon anggota legislatif (caleg) menggadaikan barangnya ke pegadaian.
Sejumlah aset yang digadaikan mulai dari emas, BPKP hingga sertifikat rumah. Pinjaman uang mencapai Rp 500 juta.
"Indikasinya banyak permintaan modal kerja yang di luar kebiasaan, biasakan Rp 50 juta hingga Rp 100 juta, tiba-tiba masuk (Pegadaian) Rp 500 juta," kata Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil I Medan Arief Rinardi, kemarin.
Dari perbincangan singkat dengan nasabah yang meminjam, kata Arief, uang yang diperoleh dari menggadaikan barang untuk kepentingan masa kampanye.
"Saat berbincang dengan kita ternyata itu untuk kepentingan masa-masa kampanye. Kemarin ada juga sedikit di cabang, ada juga calon yang akan memasang alat peraga kampanye sehingga mereka datang ke pegadaian untuk mencari solusi," ungkapnya.
"Setiap tahun politik dalam tanda petik, kami banyak mendapatkan kandidat atau caleg atau tim sukses menggadaikan barang perhiasan emas," sambungnya.
Selain perhiasan emas, kata Arief, ada juga caleg yang menggadaikan barang berupa BPKB kendaraan.
"Kita menyebutnya vendor (pihak yang menggadaikan), ada yang menggadaikan BPKB, mobil, digadai dan durasinya cuma 6 bulan," jelasnya.
"Dapat biasanya Rp 400 sampai Rp 500 juta untuk biayai pesanan kaus, ada juga sertifikat rumah tapi gak banyak, yang paling banyak emas, BPKB dan sebagainya," katanya.
Berita Terkait
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sinergi Kawal Kedaulatan Hukum, Imigrasi Sumut Ambil Bagian dalam Diskusi RUU HPI di USU
-
Duel Berdarah di Belawan: Pekerja Kontainer Lawan Begal Bermartil Demi Ponsel Kerja
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Kecelakaan Mobil vs Truk di Taput Bikin Pengiriman 112 Kg Ganja dari Madina ke Medan Terungkap
-
DPM Salurkan Bantuan Tas Sekolah bagi 132 Siswa Berprestasi