SuaraSumut.id - Hingga saat ini 113.747 kursi atau 52 persen dari total 219.208 tiket kereta api untuk masa angkutan Lebaran 2024 telah terjual.
"Jumlah tersebut masih akan bertambah mengingat pemesanan tiket masih terus berlangsung secara online," kata Manajer Humas KAI Divre I Sumut Anwar Solikhin, Senin (8/4/2024).
Pembatalan dan perubahan jadwal perjalanan kereta api dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI. Masyarakat dapat melakukan pembatalan atau mengubah jadwal perjalanan kereta api tanpa harus datang langsung ke stasiun.
"Pembatalan dan reschedule dapat dilakukan maksimal satu jam sebelum jadwal kereta api berangkat dengan kode booking yang dimiliki berstatus paid atau terbayar serta belum dicetak sebagai boarding pass," ujarnya.
Pihaknya juga mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran Tahun 2024 guna melayani masyarakat yang menggunakan kereta api pada libur Idul Fitri 1445 Hijriah mulai 5 hingga 16 April 2024.
"Melalui posko ini, kami ingin memastikan kelancaran operasional KA dan pelayanan penumpang baik di stasiun, maupun di atas KA berjalan dengan selamat, aman, lancar dan terkendali," cetusnya.
KAI Sumut telah melakukan segala upaya persiapan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan kereta api pada angkutan Lebaran ini, di antaranya
mencakup kesiapan SDM, sarana, prasarana, maupun hal-hal lainnya, yang berkaitan dengan pelayanan secara keseluruhan.
Adapun kesiapan dari aspek SDM yakni seluruh petugas operasional seperti masinis, asisten masinis, PPKA, dan petugas lainnya telah dilakukan sertifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api.
Bagi para petugas lini depan seperti kondektur, prama/prami, petugas loket, dan customer service dipastikan akan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Berita Terkait
-
Layani 162 Ribu Pelanggan Sehari, KAI Rombak Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Promo Tiket Kereta Api Masih Tersedia, 16.913 Kursi Telah Terjual Hari Ini
-
KPK Bongkar Dugaan Aliran Uang di Balik Kasus Korupsi DJKA, Pemeriksa BPK Ikut Diperiksa
-
Rayakan HUT RI, KAI Kasih Diskon 17% Tiket KA dan Tarif Rp8
-
Netizen Indonesia Heboh! Wanita Tua Berkerudung yang Dibawa Rapper Inggris Ini Ternyata Neneknya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mobil Listrik Makin Ramai, Changan Hadirkan Deepal S05 dan Nevo Q05 di Medan
-
Pria di Medan Ngaku Polisi, Rudapaksa dan Rampas HP Remaja Wanita
-
Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Medan, Belasan Rumah Warga Rusak
-
BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik dan Dapur Umum untuk Bantu Korban Gempa NTT
-
Pilu Pensiunan PTP III, Kebun Sawit di Langkat yang Jadi Tumpuan Hari Tua Diklaim Agrinas