SuaraSumut.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara (Sumut), dinilai keliru karena menggratiskan biaya parkir konvensional. Hal dinyatakan oleh anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Hendra DS.
"Potensi PAD (pendapatan asli daerah) retribusi parkir yang cukup besar akan hilang atau dinikmati oleh oknum tertentu," katanya, dikutip dari Antara, Jumat (19/4/2024).
Menurut Hendra, kebijakan menggratiskan retribusi parkir tepi jalan umum berlaku bagi yang belum menerapkan e-parking atau parkir elektronik terhitung pada 2 April 2024.
Faktanya, pemilik kendaraan bermotor parkir tepi jalan umum di wilayah Kota Medan tetap saja membayar biaya parkir di lapangan sebagai jasa parkir.
"Memang bukan kewajiban pemilik kendaraan, namun sukarela sebagai jasa karena sudah membantu menata parkir dan menjaga kendaraan," ujar dia lagi.
Ia mengatakan, retribusi parkir dibayarkan oleh pemilik kendaraan jatuh kepada oknum tertentu, dan otomatis kebijakan itu merugikan Pemkot Medan.
"Ada dugaan kebocoran PAD dari parkir, maka pengawasan yang perlu ditingkatkan. Secara perlahan parkir konvensional diganti menjadi e-Parking, bukan digratiskan," kata politisi ini menegaskan.
Tindakan menggratiskan parkir konvensional oleh Pemkot Medan dinilainya sangat tergesa-gesa dan patut dievaluasi. "PAD parkir, jangan di nol kan. Kalau tak mau bocor, iya diawasi," kata Hendra.
Wali Kota Medan Bobby Nasution telah meminta dukungan unsur Forkopimda Kota Medan agar penerapan parkir gratis nonparkir elektronik berjalan dengan baik di lapangan.
"Kami mohon dibantu Pak Kapolrestabes, Pak Dandim dan Pak Kajari atas penerapan parkir nonelektronik yang digratiskan di lapangan," kata Bobby.
Hingga kini sebanyak 145 lokasi parkir tepi jalan di wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Utara telah menerapkan sistem parkir elektronik.
Pemkot Medan memberi target pendapatan asli daerah retribusi parkir tepi jalan sebesar Rp 66 miliar pada tahun ini, meningkat dari target tahun 2023 sebesar Rp 30 miliar.
Berita Terkait
-
Ironi Pajak di Indonesia: Pengusaha Diperas Aturan, Parkir Liar Malah Bebas Pungutan?
-
Trotoar Karet 'Disulap' Jadi Parkiran Liar, Dishub Turun Tangan Cabut Ratusan Pentil Motor
-
Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?
-
Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai
-
Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC