SuaraSumut.id - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan para jamaah calon haji untuk fokus beribadah selama di Tanah Suci. Dirinya juga mengingatkan agar niat utama ke Tanah Suci adalah untuk beribadah dan tidak teralihkan oleh hal lain.
"Kami mengingatkan ke bapak ibu sekalian agar niatnya ditata dengan benar. Niat bapak ibu ke Tanah Suci itu beribadah. Tolong jangan selipkan niat-niat lain selain niat ibadah haji di Tanah Suci," katanya, melansir Antara, Minggu (12/5/2024).
Selain itu, Yaqut juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik, karena cuaca di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia. Beliau menyarankan para jamaah untuk makan dan minum yang cukup, serta mengonsumsi vitamin.
Para jamaah diminta untuk tidak ragu meminta bantuan kepada petugas jika membutuhkan sesuatu. Beliau memastikan bahwa petugas akan membantu dengan setulus hati.
"Apapun kebutuhannya sampaikan kepada petugas, jangan sungkan," ucapnya.
Menyadari akan banyaknya tantangan yang akan dihadapi, Yaqut optimis bahwa dengan bantuan petugas, para jamaah akan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar.
"Sekali lagi saya ingatkan jaga fisiknya, jaga kesehatannya. Ini ibadah fisik, tantangannya tentu tidak mudah. Tapi saya yakin semua siap dan kuat menjalankan ibadah di Tanah Suci," jelasnya.
Calon haji kloter pertama tiba di Madinah
Jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Jakarta-Pondok Gede, tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Minggu (12/5/2024) pukul 08.00 Waktu Arab Saudi.
Kloter pertama ini berisi 393 orang, dengan jamaah kategori lanjut usia (lansia) sebanyak 79 orang dan menggunakan kursi roda 13 orang.
Mereka akan berada di Madinah selama sembilan hari. Setelah itu akan diberangkatkan ke Makkah untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.
"Alhamdulillah, pelayanan kali ini sangat bagus. Karena ini datang melalui jalur fast track jadi tidak perlu lama-lama mengantre di airport," ujar Dubes RI di Arab Saudi Abdul Azis.
Azis berpesan kepada jamaah untuk tidak terlalu memforsir ibadah usai tiba di Madinah. Apalagi, puncak haji saat Armuzna masih lama. Sehingga ketika puncak haji, kondisi mereka dalam keadaan bugar.
"Ibadah itu bagus, tapi jangan terlalu memforsir fisik yang justru bisa mengurangi tenaga. Jangan nanti karena melakukan Arbain terus kita saat puncak haji kehilangan tenaga," katanya.
Berita Terkait
-
Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan
-
Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
-
Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar
-
Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam
-
Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC