SuaraSumut.id - Sebuah studi menyatakan bahwa kadar hormon testosteron yang rendah dapat memengaruhi kesehatan jantung pria. Bahkan meningkatkan risiko terjadinya kematian dini.
Testosteron, hormon seks pria, memainkan peran penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk perkembangan dan fungsi seksual. Kadar testosteron normal berkisar antara 300 dan 1.000 ng/dL.
Saat kadar testosteron menjadi rendah, hal ini dapat memengaruhi kehidupan sekitar 2,1 persen. Pria dengan testosteron rendah mungkin mengalami gejala seperti berkurangnya massa otot, rendahnya gairah seks hingga disfungsi ereksi.
Salah satu penulis studi dari Universitas Western Australia di Perth bernama B. Yeap mengatakan testosteron memiliki berbagai tindakan di dalam tubuh. Misalnya, memengaruhi massa otot dan lemak, serta kepadatan tulang, sehingga ada kemungkinan konsentrasi testosteron yang rendah dapat berkontribusi pada perkembangan hasil kesehatan yang lebih buruk.
"Ada juga kemungkinan bahwa konsentrasi testosteron yang lebih rendah dapat berkontribusi terhadap perkembangan hasil kesehatan yang lebih buruk. Mengidentifikasi laki-laki yang sudah berisiko mengalami kesehatan yang lebih buruk," kata Yeap melansir Antara, Rabu (15/5/2024).
Menurut temuan yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, pria yang memiliki kadar testosteron di bawah kisaran normal atau kurang dari 213 ng/dL, memiliki risiko kematian 40 persen lebih tinggi karena segala sebab.
Sedangkan mereka yang memiliki testosteron sangat rendah atau di bawah 153 ng/dL, memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung 60 persen lebih tinggi.
Untuk mengevaluasi hubungan antara rendahnya testosteron dan risiko kematian kardiovaskular, tim peneliti meninjau 11 penelitian yang melibatkan lebih dari 24.000 partisipan.
Dengan menggunakan data pasien individual yang berisi konsentrasi hormon dasar peserta, termasuk testosteron total, globulin pengikat hormon seks, hormon luteinizing, dihidrotestosteron, dan estradiol.
Para peneliti juga mengevaluasi risiko relatif untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular, kematian akibat CVD dan semua penyebab kematian.
"Data menunjukkan bahwa hanya laki-laki dengan konsentrasi testosteron total rendah yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap semua penyebab kematian. Temuan utama adalah bahwa laki-laki dengan konsentrasi testosteron di bawah 7,4 nmol/L (<213 ng/dL) memiliki risiko lebih tinggi untuk semua penyebab kematian. Menyebabkan kematian, terlepas dari konsentrasi LH. Pria dengan konsentrasi testosteron di bawah 5,3 nmol/L (<153 mg/dL) memiliki peningkatan risiko kematian kardiovaskular," jelasnya.
Studi tersebut juga mencatat bahwa konsentrasi estradiol, suatu bentuk estrogen, hormon seks wanita yang sangat rendah, juga meningkatkan semua penyebab kematian pada pria.
Berita Terkait
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Aksi di Jantung Ibu Kota, Mahasiswa Desak Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat
-
2 Minggu Dirawat karena Serangan Jantung, Begini Kondisi Bolot Menurut Kerabat
-
Kronologi Bolot Dilarikan ke Rumah Sakit: Ternyata Kondisi Sudah Gawat tapi Tak Dirasa
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Viral 'Rayap Besi' di Medan Nekat Tantang Polisi Duel, Tak Terima Ditegur Curi Kabel
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
BRI Jaga Kepercayaan Investor Lewat Program Buyback Saham dan Fundamental yang Kuat
-
TNI AL Gerebek Pesta Sabu di Tengah Laut, 6 Awak Kapal Ikan Ditangkap