SuaraSumut.id - BMKG mengeluarkan prakiraan terjadinya gelombang tinggi 2.5-3 meter di perairan Nias-Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Kondisi gelombang tinggi ini diperkirakan akan terjadi mulai Selasa malam hingga Kamis malam.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Christen Marpaung menyebutkan bahwa kondisi serupa juga dapat terjadi di perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh, perairan Meulaboh-Sinabang, Samudera Hindia Barat Aceh, dan Samudera Hindia Barat Nias.
Angin di wilayah perairan Sumatera bagian utara umumnya bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan berkisar antara 2-15 knot," katanya melansir Antara, Selasa (4/6/2024).
Terkait dengan kondisi gelombang tinggi tersebut, BMKG menyarankan agar perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.
"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir di area yang berpotensi terjadi gelombang tinggi diminta untuk tetap waspada," ujarnya.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Utami Al Khairiyah mengatakan, kondisi cuaca pada siang dan sore hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di wilayah lereng barat dan pantai barat Sumut.
Hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Sibolga, Dairi, Pakpak Bharat, Kota Gunungsitoli dan sekitarnya.
Malam hari berpotensi hujan ringan-lebat di sebagian wilayah di Sumut. Hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah Langkat, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padangsidempuan dan sekitarnya.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Lereng Barat dan Pantai Barat Sumatera Utara yang dapat berpotensi terjadinya banjir, longsor serta bencana hidrometeorologis lainnya," katanya.
Berita Terkait
-
118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan
-
Bagaimana Cara Lembaga Meteorologi Membuat Prakiraan Cuaca Esok Hari?
-
BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?
-
Krisis Air Menjalar di Ibu Kota, Pramono Berharap Badai El Nino Berakhir September
-
15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil
-
Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online
-
Modus Pura-pura Bantu Anak Wanita yang Sakit, Tukang Parkir di Medan Malah Curi Tas
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur di Jakarta
-
3 Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Madina