SuaraSumut.id - Sepanjang Januari hingga Juni 2024, Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh berhasil menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 407,9 kilogram.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh, Leni Rahmasari mengatakan, penggagalan penyeludupan narkoba tersebut merupakan hasil bersinergi dengan berbagai lembaga penegak hukum lainnya.
"Bea Cukai bekerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya menggagalkan 407,9 kilogram. Kerja sama ini terus ditingkatkan agar setiap penyeludupan barang terlarang ke Aceh bisa dicegah," katanya, dikutip Sabtu (29/6/2024).
Selain ratusan kilogram metamfetamin atau sabu-sabu, penyeludupan sebanyak 5.000 butir pil ekstasi dan 665,1 kilogram lebih ganja juga digagalkan dalam rentang waktu tersebut.
"Penggagalan tersebut menyelamatkan lebih kurang 2,1 juta jiwa dari penyalahgunaan narkoba. Dan ini juga menghemat anggaran negara untuk program rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba mencapai Rp1,8 triliun," kata Leni Rahmasari.
Sedangkan pada 2023, kata dia, Bea Cukai Aceh bersama aparat penegak hukum lainnya menggagalkan penyeludupan lebih dari 1,2 ton metamfetamin, 63 ribu butir pil ekstasi, serta 1,07 ton ganja.
Jumlah korban jiwa yang bisa diselamatkan mencapai 6,6 juta orang. Serta menghemat anggaran negara untuk rehabilitasi korban narkoba dengan perkiraan mencapai Rp5,9 triliun, kata Leni Rahmasari.
Leni Rahmasari menegaskan bea cukai sebagai lembaga negara memiliki tugas pengawasan lalu lintas barang keluar masuk wilayah Republik Indonesia. Bea cukai juga berperan memutus mata rantai pasokan narkoba dari produsen hingga jaringan pengedarnya
Menurut Leni Rahmasari, Indonesia sekarang ini tidak lagi hanya sebagai negara transit peredaran narkoba internasional, tetapi juga sudah menjadi negara tujuan pengedaran barang terlarang tersebut.
"Bea cukai terus memperkuat tugas sebagai protektor barang ilegal dari luar negeri serta pemberantasan penyeludupan narkoba ke wilayah Indonesia. Bea cukai juga terus meningkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya mencegah masuknya narkoba ke Indonesia," kata Leni Rahmasari. (Antara)
Berita Terkait
-
Perut Isinya Sekilo Sabu, Aksi Gila Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Demi Lolos di Bandara Soetta
-
Gempa Dangkal Guncang Bener Meriah Aceh, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
-
Akses Jembatan Krueng Tamiang Kembali Dibuka, Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Warga
-
Apa Tujuan Akhir Perdamaian di Provinsi Aceh ?
-
Terlibat Penyelundupan Sabu, Polri Bakal Pecat Empat Anggota Polres Nunukan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC
-
Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit