SuaraSumut.id - Mantan penyerang Timnas Indonesia, Saktiawan Sinaga ditunjuk menjadi asisten manajer klub PSMS Medan. Hal itu diketahui dari unggahan akun Instagram @official_psmsmedan, Senin (1/7/2024).
"Saktiawan Sinaga musim ini menjadi bagian dari tim PSMS Medan sebagai Ast. Manajer," tulis dalam unggahan.
Dirinya dinilai cukup aktif sebagai pemain meski usianya tak muda lagi. Di tahun 2020, ia masih memperkuat tim promosi Liga 2, Tiga Naga. Pada tahun 2021, Saktiawan sempat menjadi perbincangan lantaran aksi brutalnya menendang salah seorang suporter.
Ini terjadi di kompetisi Liga 3 zona Sumatera Utara, kala Medan Utama yang dibela Saktiawan Sinaga berhadapan dengan Tanjungbalai United. Beruntung kasus tersebut tak berlanjut panjang dan berakhir damai.
Profil Saktiawan Sinaga
Melansir suara.com, Saktiawan Sinaga merupakan penyerang yang telah malang melintang di sepak bola Indonesia.
Dirinya lahir di Medan pada tanggal 16 Februari 1962. Bakatnya di dunia sepak bola telah terasa sejak kecil. Di masa remaja, ia menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola (SSB) Generasi di Kota Medan.
Perjalanannya berlanjut ke pentas nasional kala PSMS Medan merekrutnya untuk membela tim junior klub berjuluk Ayam Kinantan itu.
Sedangkan karier profesional Saktiawan Sinaga sendiri dimulai pada tahun 2000 kala ia membela PSPS Pekanbaru. Sejak saat itu, dirinya mulai menancapkan taringnya di kancah sepak bola nasional.
Ia membela PSPS hingga tahun 2002 sebelum kembali ke Sumatera Utara dengan membela PSDS Deli Serdang hingga tahun 2004. Dirinya kembali ke PSMS Medan pada 2004. Bersama Ayam Kinantan namanya kian melambung di sepak bola Tanah Air.
Ketajaman Saktiawan Sinaga terlihat selama berseragam PSMS di mana ia mampu mencetak 30 gol dalam 100 laga sejak 2004 hingga 2008. Pada 2008, pemain yang biasa disapa Sakti ini hijrah ke Pulau Jawa dengan bergabung Persik Kediri hingga tahun 2010.
Saat membela Persik, Saktiawan Sinaga pernah mengalami kejadian tak mengenakkan di mana dirinya tiba-tiba pingsan saat Macan Putih berhadapan dengan Persija Jakarta pada 2009.
Ia tak sadarkan diri selama dua menit hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui Saktiawan Sinaga mengidap penyakit jantung, kolesterol tinggi dan kelelahan.
Kebersamaan Saktiawan Sinaga dan Persik pun berakhir pada 2010. Setelah itu ia berpindah-pindah klub dari Semen Padang, Mitra Kukar, Perseru Serui, PSS Sleman, Pusamania Borneo, KS Tiga Naga, hingga kini bermain di kancah Liga 3 bersama Medan Utama.
Ketajaman Saktiawan Sinaga sempat membawanya ke tim nasional Indonesia. Di mana debutnya ia dapatkan pada ajang Piala AFF 2004 yang kala itu bernama Piala Tiger.
Berita Terkait
-
Profil Ronny Pasla, dari Lapangan Tenis hingga Jadi Ikon di Bawah Mistar Timnas Indonesia
-
Kiper Muda Rizki Nurfadilah Korban TPPO: Disiksa hingga Disuruh Nipu Orang China
-
Kronologis Kiper Muda Rizki Nurfadilah Jadi Korban TPPO: Berawal Pesan Misterius di FB
-
PSMS Medan Pede Curi Poin dari Markas Persekat Tegal
-
Beri Support ke PSMS, Bobby Nasution Pastikan Stadion Utama Sumut Siap Digunakan
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Bantuan ke Sikundo Aceh Barat Dikirim Pakai Helikopter Gegara Jalan Masih Terputus
-
Aceh Alami 1.556 Gempa Bumi Sepanjang 2025
-
3 Motor Matic Keren untuk Anak Muda, Nyaman, dan Bertenaga
-
Harga Emas 2 Januari 2026 Kembali di Atas Rp 2,5 Juta per Gram
-
600 Hunian di Aceh Tamiang Rampung, Diserahkan ke Pemerintah Daerah 8 Januari 2026