SuaraSumut.id - Spanduk yang menampilkan Bobby Nasution dan Nagita Slavina muncul di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Spanduk itu berisi dukungan untuk duet menantu Presiden dan Istri Raffi Ahmad di Pilgub Sumut 2024.
Spanduk ini terlihat terpasang di Jalan Setia Budi Medan. Spanduk itu bertuliskan 'Kami Masyarakat Peduli Sumut Mendukung Penuh Bobby Nasution Berpasangan Dengan Nagita Slavina Untuk Gubernur dan Wakil Gubernur'.
Tedapat juga tulisan 'Agar Pak Bobby Nasution Lebih Bersemangat Untuk Membangun Sumatera Utara'.
Beredarnya spanduk ini mendapat perhatian masyarakat. Salah seorang masyarakat bernama Rayza (34) mengaku spanduk dukungan Bobby dan Nagita hanya gimmick semata.
"Hanya gimmick saja sepertinya, karena dia artis banyak yang kenal jadi menarik perhatian," katanya kepada SuaraSumut.id, Kamis (18/7/2024).
Meski terkesan menarik perhatian, namun kabar Bobby Nasution berpasangan dengan Nagita rasanya sulit terwujud.
"Karena ada wakil lain yang diusung juga, kalau bisa yang punya kapabilitas tidak hanya populer," ucap Rayza.
Respons PKB Sumut
Wakil Ketua DPW PKB Sumut Syaiful Sapri ketika dikonfirmasi mengatakan kalau isu pasangan Bobby dan Nagita ini muncul pada 4 Juli 2024 lalu.
"Bahwa Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid ada menjelaskan ke awak Media bahwa DPP PKB menawarkan ke Bobby Nasution untuk pasangan dengan Nagita Slavina sebagai Calon Gubsu Dan Wakil Gubsu pada Pemilihan November 2024 mendatang," ungkapnya.
Syaiful melihat beredarnya pasangan Bobby dan Nagita ini merupakan inisiatif dari relawan.
"Nah saya sebagai Wakil Ketua DPW PKB Sumut melihat ini kan tawaran ya, dan masalah beredarnya Spanduk Boby Nasution pasangan dengan Nagita Slavina tentunya ini dibuat oleh Tim yang sudah di tunjuk. Atau inisiatif relawan mereka," jelasnya.
"Namun kan kemarin sudah beredar lagi berita bahwa Boby Nasution sebagai Cagub dipasangkan dengan H. Surya sebagai Cawagub, juga sudah banyak spanduk yang beredar," sambungnya.
Syaiful mengatakan DPP PKB juga belum resmi membuat surat ke KPU terkait dukungan di Pilgub Sumut.
"Kalaupun ada sebuah rekomendasi, kan baru rekomendasi, yang belum memiliki dasar hukum untuk diajukan ke KPU Sumut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Wamenkes Akui Dapat Laporan Dugaan Malpraktik Angkat Rahim di RS Muhammadiyah Medan
-
Bongkar SDB Milik Rizal Bea Cukai di Medan, KPK Sita Logam Mulia hingga Valas Senilai Rp2 Miliar!
-
Di Balik Julukan Gotham City, Medan Punya Kehangatan yang Selalu Kurindu
-
Soal Dugaan Bobby Nasution Tampar Sopir BUMD, Pengamat: Harusnya Kedepankan Cara Edukatif
-
Kasus Karyawan Mie Gacoan Dipaksa Resign, Perusahaan Beri Klarifikasi dan Sanksi Supervisor
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Toba Pulp Lestari PHK Karyawan Setelah Izin Operasi Dicabut Pemerintah
-
Profil Syawal Gultom, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia
-
Syawal Gultom, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia
-
Oknum Penyidik Polrestabes Medan Dipatsus Gegara Diduga Lecehkan Tersangka Wanita
-
Perawatan Kulit Sebelum Pernikahan: Kapan Harus Mulai agar Glowing di Hari H?