SuaraSumut.id - Pria di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut), inisial HS (43) menganiaya istrinya MS hingga terluka. Hal ini dipicu isu korban berselingkuh dengan pria lain.
"Kami meringkus seorang pria berinisial HS atas kasus dugaan KDRT kepada istrinya, karena mendengar isu dengan pria lain, namun hal itu tidak dibenarkan oleh korban," kata Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Meetson Sitepu, melansir Instagram @humas_polresdairi, Sabtu (24/8/2024).
Meetson mengatakan insiden bermula saat beberapa saksi mendatangi rumah korban dan tersangka untuk membahas isu perselingkuhan.
Kala itu para saksi yang terdiri dari tokoh masyarakat bertanya kepada MS apa benar melakukan perselingkuhan. Saat itu, pria yang disebut sebagai selingkuhan MS ikut hadir.
Hal tersebut sempat dibenarkan oleh pria yang disebut sebagai selingkuhan MS, namun pernyataan itu dibantah oleh korban.
"Awalnya para saksi bersama pria yang disebut sebagai selingkuhannya, menanyakan apa benar MS mengajak pria itu berselingkuh. Awalnya pria ini membenarkan, namun langsung di bantah oleh korban," ucapnya.
Mendengar hal itu, HS yang ikut dalam pertemuan langsung marah dan menuduh sang istri sudah menjalin asmara dengan pria lain.
HS langsung menampar bibir korban dengan menggunakan tangan kanannya sebanyak satu kali.
Usai kejadian, pelaku pergi ke teras rumah, dan para saksi pun pergi meninggalkan rumah mereka. Korban lalu menyusul HS yang berada di teras rumah.
"Pelaku menanyakan lagi masalah selingkuhan itu, dan korban kembali membantah.
Korban kembali mendapat kekerasan yakni dengan cara menampar bibir, hingga meninju bagian dagu korban. Kejadian itu dilerai oleh saksi dan membawa korban masuk ke dalam rumah," ujarnya.
Akibatnya kejadian itu, korban mengalami luka memar di bagian dagu, serta mengalami luka berdarah di bagian bibirnya. Korban sempat berobat ke Puskesmas dan langsung membuat pengaduan ke Polres Dairi.
Pihak kepolisian yang menerima laporan lalu melakukan penyelidikan dan menangkap HS. Saat ini HS sedang menjalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk di mintai keterangan.
Atas perbuatannya, HS dikenakan pasal Pasal 44 ayat (1) dari Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jo Pasal 351 Ayat(1) dari KUHP dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun penjara.
Berita Terkait
-
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
-
Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal
-
Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen
-
Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT
-
Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC