SuaraSumut.id - Dalam kurun Agustus-September 2024, Polda Sumut menggagalkan barang bukti narkoba 175 kg sabu, 218 kg ganja, dan 33 ribu butir ekstasi.
Polisi juga menangkap 713 orang pelaku penyalahgunaan narkoba yang didominasi oleh tersangka pengedar narkoba.
Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan bahwa ia sengaja memimpin konferensi pers sebagai komitmen pemberantasan narkoba.
"Mengapa saya sampaikan secara langsung karena komitmen Polda Sumut terkait dengan pemberantasan narkoba sangat kuat," katanya, Selasa (17/9/2024).
Whisnu menjelaskan Polda Sumut telah mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat prihal pemberantasan narkoba di Sumut.
Dirinya menegaskan dengan adanya dukungan ini, pihaknya tidak main-main lagi terhadap pemberantasan narkoba.
"Kami Polri dibantu dengan Pak Pangdam, Pak Kajati, Pak Pj Gubernur, dan ketua pengadilan kompak memberantas peredaran narkoba, kami tidak main-main lagi," ungkap Whisnu.
Dirinya pun memeringatkan anggota kepolisian untuk tidak lagi terlibat dalam bisnis gelap narkoba.
"Bila ada polisi yang bermain ini laporkan kepada saya akan saya tindak," tegasnya.
Kapolda mengatakan bukti pihak tidak main-main terhadap peredaran narkoba di Sumut yakni dengan hasil penindakan terhadap pelaku narkoba.
"Satu bulan ini kami Polda Sumut telah berhasil mengungkap sekitar 578 kasus dengan tersangka berjumlah 713 tersangka, dengan barang bukti totalnya 175 kg sabu, kemudian ganja 218 kg, dan ekstasi sebanyak 33 ribu," ungkap Whisnu.
Barang bukti 175 kg sabu ini berasal dari jaringan internasional yang masuk ke Indonesia untuk diedarkan di Medan hingga ke Jakarta dan kota-kota lainnya.
"(Pengungkapan narkoba 175 kg sabu) ini bisa menyelamatkan 1,6 juta pengguna, jadi kalau barang-barang ini sampai ke pasar atau ke masyarakat, 1,6 juta berhasil diselamatkan," sambungnya.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan secara total sejak Januari hingga September 2024, Polda Sumut beserta jajaran telah menyita 600 kg sabu.
Kerasnya penindakan narkoba ini, kata Whisnu, membuat terjadinya pergeseran distribusi narkoba berpindah dari wilayah barat Sumatera, ke wilayah tengah di Indonesia.
Berita Terkait
-
Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri
-
5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba
-
Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak
-
Dua Pecandu di Tambora Colong Honda PCX Tetangga, Dijual Rp200 Ribu Buat Beli Sabu
-
Selebgram Julia Prastini 'Jule' Lolos dari Penjara, Polisi Tegaskan Bukan Bagian dari Bandar
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati
-
Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang
-
Persiraja Pecat Semua Pelatih Usai Kalah Tiga Laga Beruntun
-
5 Cara Menjaga Dapur Tetap Bersih dan Rapi, Bisa Dilakukan Setiap Hari
-
Lihat Sawah Kekeringan, Dody Murka pada Bawahan: Serius Kawal Swasembada Pangan