SuaraSumut.id - Calon Gubernur Sumut Bobby Nasution blusukan ke beberapa gang kecil di Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada Rabu (16/20/2024) kemarin.
Hal ini dilakukan menantu Presiden Jokowi itu untuk melihat permasalahan masyarakat dengan berdialog langsung bersama warga setempat.
Tiba sekitar pukul 13.45 WIB, Bobby langsung berjalan kaki melewati Gang Ustadz Syahlan hingga Gang Bengkel Tenaga, dan langsung mendengarkan keluhan warga dari berbagai aspek.
Warga Jalan Ustadz Syahlan, Irma, mengeluhkan soal banjir karena sungai terlalu dangkal. Dirinya meminta Bobby agar membangun tanggul dan melakukan pengorekan sungai.
"Pertama, yang paling penting sungai kami terlalu dangkal, pak, makanya selalu banjir. Kalau pasang besar, bisa lima hari rumah kami terendam. Buatlah tanggul dan korekkanlah sungai kami pak, biar enggak banjir," kata Irma.
Warga Gang Bengkel Tenaga, M. Nur, berharap agar pemerintah mendirikan pabrik olahan hasil laut untuk menyokong ekonomi masyarakat.
"Kami di sini hasil satu-satunya hanya laut, macam mana di Tanjungbalai ini bisa dibuat satu pabrik pengolahan pak. Biar ada tempat pengolahan, kan bisa jadi lapangan pekerjaan sekaligus menambah pendapatan warga," ujarnya.
Warga lainnya bernama Eli mengeluhkan soal biaya berobat yang mahal.
"Warga ingin agar bisa berobat gratis hanya menggunakan KTP seperti di Kota Medan," ucapnya.
Eli juga meminta agar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SMA dan SMK digratiskan.
"Kalaupun pakai KTP tetap bayar saat cek gula, cek tensi, asam urat, tetap bayar, pak. Biaya sekolah juga mahal, SMA dan SMK bayar SPP. SMA Rp 50 ribu perbulan," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Bobby menjelaskan dengan detail pekerjaan dan program-program yang telah sukses ia lakukan di kota Medan saat menjabat sebagai Wali Kota Medan.
"Saya tak mau berjanji ya. Jika terpilih nanti, saya akan ini akan itu, saya enggak mau begitu. Tapi yang pasti persoalan-persoalan yang dihadapi saat ini juga pernah kami rasakan di Kota Medan, soal banjir, jalan rusak dan masalah lainnya," jelas Bobby.
Bobby mengatakan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kota Medan gencar ia dan Pemkot Medan lakukan. Sementara itu, berobat gratis dengan menggunakan KTP juga sudah diterapkan.
"Kalau ber-KTP Medan, berobat ke mana saja di Indonesia gratis. Sungai Deli sepanjang 63 km juga sudah kami lakukan pengorekan berkolaborasi dengan TNI-AD," cetus Bobby.
Berita Terkait
-
Gegara Bobby Nasution Tak Dipanggil, Boyamin MAKI Temui Dewas KPK Bawa Bukti Rekaman Sidang
-
Terpopuler: Koleksi Kendaraan Raja Juli Disorot, Mobil Bobby Nasution Terbakar?
-
Hyundai Ioniq 5 N Diduga Milik Bobby Nasution Hangus Terbakar saat Sedang Terparkir
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
-
Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Menkomdigi Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja
-
Warga Bandar Tarutung Tapsel Berjuang Atasi Jalan Berlumpur Pascabanjir, Aktivitas Ekonomi Tersendat