SuaraSumut.id - Produktivitas petani garam di Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, menunjukkan potensi besar dengan hasil mencapai tiga ton per hari.
Kelompok petani yang terdiri dari 35 anggota ini mampu memenuhi kebutuhan garam rumah tangga dan restoran di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Kelompok Petani Garam Lam Ujong Azhar, melansir dari Antara, Selasa (3/12/2024).
"Rata-rata hasil produksi garam mencapai tiga ton per hari, dan ini mampu memenuhinya kebutuhan garam rumah tangga di wilayah Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh," katanya.
Setiap anggota memiliki dapur garam masing-masing. Dalam sehari, setiap dapur mampu memproduksi garam hingga 150 kilogram.
Sedangkan pemasarannya, kata Ujong, ada yang diambil langsung agen pengumpulan, ada juga yang dijual langsung oleh masing-masing anggota kelompok. Kebanyakan garam tersebut digunakan untuk rumah tangga dan rumah makan.
"Kami mengharapkan ada dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas kelompok petani garam Lam Ujong. Apalagi selama ini proses pembuatan garam masih tradisional, dengan pembakaran menggunakan kayu," ujar Azhari.
Dirinya mengatakan mereka memproduksi garam dengan cara tradisional, memasak menggunakan kayu. Sedangkan sumber air laut mereka dapatkan melalui sumur bor.
"Dari sumur bor, air ditampung dalam bedeng dan dibiarkan selama seminggu agar kadar garamnya tinggi. Setelah itu ditampung dalam penampungan khusus. Dari penampungan itu barulah air garam dimasak dengan durasi empat hingga enam jam," katanya.
Dalam sekali masak, kata Azhar, bisa menghabiskan 600 liter air garam, menggunakan dua tungku. Dalam satu tungku dengan 300 liter air dapat menghasilkan 100 hingga 140 kilogram garam, tergantung kadar garam air yang dimasak.
"Kendalanya, hujan. Penjemuran air dari sumur bor tidak maksimal. Air garam bercampur dengan air hujan, sehingga kadar garamnya semakin rendah dan airnya tidak bisa dimasak menjadi garam," kata Azhar.
Berita Terkait
-
Cara Menghilangkan Flek Hitam dengan Jeruk Nipis dan Garam, Apakah Aman?
-
Bea Cukai Gagalkan Impor Garam, Beras, & Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 27 Miliar
-
Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional
-
Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000
-
Kim Garam Unggah Foto Profil Baru, Siap Comeback dan Debut Jadi Aktris
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC