Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Rabu, 02 April 2025 | 00:37 WIB
Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan Februanto. [dok Polda Sumut]

SuaraSumut.id - Selama Operasi Ketupat Toba 2025, angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan turun hingga 68 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

Hal ini merupakan hasil dari upaya yang dilakukan pihak kepolisian untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.

Demikian dikatakan oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah, dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).

"Selama enam hari pelaksanaan operasi mengalami penurunan signifikan sebesar 68,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024," katanya.

Data yang disampaikan menunjukkan perbedaan antara tahun 2024 dan 2025. Pada tahun 2024, tercatat 101 kejadian kecelakaan lalu lintas. Rinciannya 27 orang meninggal dunia, 42 luka berat, dan 115 luka ringan.

Sementara pada Operasi Ketupat Toba 2025, angka tersebut turun menjadi 32 kejadian kecelakaan. Rinciannya enam orang meninggal dunia, 19 luka berat, dan 31 luka ringan.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada pengendara agar mematuhi rambu lalu lintas, persiapkan fisik diri agar kondisi fit dan kendaraan yang baik.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah. [Antara]

Kemudian, beristirahat di pos pelayanan yang sudah disiapkan di sepanjang jalan lintas arus mudik, atau tempat lainnya agar tidak memaksakan diri dalam berkendara.

"Dengan pengamanan itu, diharapkan pemudik sampai ke tempat tujuan dengan selamat agar bisa merayakan Lebaran bersama keluarga," ucapnya.

Utamakan Keselamatan di Jalan Raya

Sementara itu, Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan Februanto mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan di jalan raya.

"Kami mengingatkan masyarakat yang akan kembali ke daerah asal serta yang berwisata seperti ke Danau Toba dan Berastagi agar tetap berhati-hati selama perjalanan. Utamakan keselamatan, patuhi aturan lalu lintas, dan pastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum bepergian," ujar Whisnu.

Untuk memastikan kelancaran arus balik dan perjalanan wisata, Polda Sumut terus memaksimalkan kehadiran personel di lapangan, khususnya di titik-titik rawan kepadatan dan kecelakaan.

Antisipasi terhadap potensi bencana alam seperti banjir juga menjadi perhatian utama dalam pengamanan tersebut.

"Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran lalu lintas untuk terus mengoptimalkan pelayanan di jalur-jalur utama. Selain menjaga kelancaran arus lalu lintas, kami juga bersiaga terhadap kemungkinan bencana alam yang dapat mengganggu perjalanan masyarakat," ungkapnya.

Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan Februanto saat melaksanakan Apel Gelar Pasukan "Operasi Ketupat Toba 2025. [dok Polda Sumut]

Dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas yang begitu signifikan, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya keselamatan dalam berkendara.

Jumlah Personel dan Pos Pengamanan

Untuk diketahui, pada Operasi Ketupat Toba 2025 ini melibatkan 12.104 personel, terdiri dari 9.453 personel Polda Sumut dan jajaran dan 3.651 personel dari instansi terkait lainnya.

Polda Sumut juga mendirikan sejumlah pos pengamanan untuk memberikan pelayanan kepada para pemudik Lebaran 2025.

Terdapat 167 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik. Rinciannya adalah 84 pos pengamanan, 68 pos pelayanan, dan 15 pos terpadu.

Operasi Ketupat Toba 2025 juga difokuskan pada pengamanan 126.736 objek vital yang meliputi masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

Polda Sumut juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline 110 sebagai sarana pengaduan dan pelaporan tanggap darurat, baik terkait gangguan kamtibmas maupun kemacetan selama arus mudik Lebaran 2025.

Load More