SuaraSumut.id - Residivis kambuhan di Medan nekat membawa 22 kg sabu dengan mengendarai sepeda motor di Jalan Aksara Medan, Minggu 11 Mei 2025.
Namun sial bagi H (42) warga Medan Polonia, polisi yang melakukan pengintaian menangkap pelaku dan menyita baran haram tersebut.
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari adanya informasi terkait pengiriman narkoba dari Medan ke arah Pancur Batu, Deli Serdang, dalam jumlah besar.
"Barang bukti itu didapati penyidik karena informasi masyarakat rencananya (sabu) akan dikirim ke arah Pancur Batu," katanya dalam konferensi pers di Polrestabes Medan, Selasa 13 Mei 2025.
Gidion mengatakan pihaknya yang mendapat informasi tersebut kemudian menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan dan pengintaian.
Sesampainya di Jalan Aksara Medan, polisi yang curiga terhadap residivis narkoba tersebut lalu mencegatnya.
"Terhadap tersangka didapati barang bukti sabu 22 bungkus teh cina, berat 22 kg," ujar Gidion.
Atas penemuan barang bukti tersebut, petugas lalu memboyong tersangka ke Polrestabes Medan guna proses hukum lebih lanjut.
Dari pemeriksaan, masih Gidion menuturkan H mendapat barang haram ini dari seseorang berinisial JP (DPO).
Pelaku datang ke Jalan Pancing, untuk mengambil narkoba yang diantar lewat mobil.
Sejurus kemudian, pelaku membawa 22 kg sabu itu ke arah Pancur Batu dengan menaiki sepeda motor.
Namun nahas, sesampainya tersangka di Jalan Aksara Medan, polisi menyergapnya.
"Pelaku mengaku nekat membawa narkoba karena mendapat upah Rp 2 juta per kilogram," imbuhnya.
Kombes Gidion menegaskan berdasarkan hasil penelitian terungkap kalau narkoba jenis sabu ini merupakan biang kerok terjadinya tawuran di Medan.
"Kita ketahui hasil penelitian kita sabu penyebab terjadinya tawuran premanisme terjadinya tindakan pidana berangkai lainnya. Kira mereduksi akan permasalahan tawuran premanisme," tukasnya.
Berita Terkait
-
Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba
-
BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba
-
Prabowo Bahas Pengentasan Narkoba, BNN sampai Peneliti Merapat ke Istana
-
Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri
-
5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Pemilik dan Operator Judi Online di Sumut Ditangkap, Raup Keuntungan Ratusan Juta
-
Jenderal Suyudi Dilantik Jadi Kapolri, AMS XII Harap Polri Semakin Dekat dengan Rakyat
-
Sopir Truk di Medan Jadi Korban Begal, Uang dan HP Digasak
-
Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh
-
Usai Rampok-Bunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe, Pelaku Sempat Sewa PSK di Medan