SuaraSumut.id - Polda Sumut mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dalam penerimaan calon siswa (casis) Bintara Polri 2024.
Sejauh ini, total kerugian korban berkisar Rp 1,43 miliar. Dalam kasus ini, tiga orang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
Salah satu tersangka merupakan purnawirawan Polri berinisial Aipda PBN. Sedangkan dua tersangka lainnya adalah SS dan RN yang masih memiliki hubungan keluarga.
Irwasda Polda Sumut, Kombes Nanang Masbudi mengatakan, kasus ini mencuat setelah unggahan viral di media sosial TikTok yang mengungkap adanya dugaan percaloan dalam proses rekrutmen Polri.
Kapolda Sumut memerintahkan pembentukan tim gabungan dari Itwasda, Bidpropam, dan Bidkum Polda Sumut.
"Berdasarkan hasil kerja tim, kami berhasil mengungkap adanya praktik percaloan dengan modus membuka bimbingan belajar (bimbel) sebagai sarana pelatihan bagi para casis," katanya kemarin.
Nanang Masbudhi mengatakan tersangka membuka bimbingan belajar bernama "Maju Bersama" sejak 2014. Mereka mematok biaya hingga Rp 400 juta per peserta dengan iming-iming kelulusan.
"Tersangka utama PBN adalah mantan anggota Polri. Ia mendirikan bimbel "Maju Bersama". Tersangka SS dan RN yang masih memiliki hubungan keluarga turut membantu menjalankan modus ini," ujarnya.
Ia mengatakan korban yang melapor baru lima orang, di antaranya N dengan total kerugian Rp 1,43 Miliar.
Namun dari pendalaman, jumlah peserta bimbel mencapai 54 orang. Artinya, kemungkinan jumlah korban lebih banyak.
Nanang mengatakan ketiga tersangka dijerat Pasal 378 dan atau 372 KUHP.
"Barang bukti berupa kwitansi pembayaran dan buku tabungan korban turut diamankan," ucapnya.
"Kami juga membuka ruang bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dalam praktik bimbel ini untuk segera melapor, dan Ini akan terus kami dalami," katanya.
Tips Agar Tak Tertipu Masuk Bintara Polri
Berikut adalah beberapa tips agar tidak tertipu saat mendaftar sebagai Bintara Polri:
Informasi Resmi
Sumber Utama: Jadikan website resmi Polri (polri.go.id) dan akun media sosial resmi Polri sebagai sumber informasi utama. Jangan percaya informasi dari sumber yang tidak jelas atau tidak resmi.
Waspada Informasi Berantai: Hati-hati dengan informasi yang beredar di grup WhatsApp atau media sosial lainnya. Selalu verifikasi kebenarannya ke sumber resmi.
Jangan Tergiur Janji Manis: Percayalah bahwa penerimaan Polri dilakukan secara transparan dan objektif. Jangan mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Waspada Terhadap Penipuan
Jangan Percaya Calo: Penerimaan Polri tidak memerlukan perantara atau calo. Jangan pernah memberikan uang atau barang berharga kepada siapapun yang menjanjikan kelulusan.
Jangan Tergiur Iming-iming: Waspadalah terhadap tawaran pelatihan atau bimbingan belajar yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Laporkan Kecurigaan: Jika Anda menemukan aktivitas yang mencurigakan atau indikasi penipuan, segera laporkan ke pihak berwajib atau panitia penerimaan Polri.
Persiapan Diri dengan Maksimal
Fokus pada Kemampuan Diri: Tingkatkan kemampuan fisik, akademik, dan psikologis Anda. Ikuti latihan fisik secara rutin, belajar dengan tekun, dan jaga kesehatan mental.
Jaga Kesehatan: Pastikan Anda dalam kondisi kesehatan yang prima. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan hindari perilaku yang dapat merugikan kesehatan.
Berdoa dan Berusaha: Selain berusaha secara maksimal, jangan lupa untuk berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kelancaran dan kemudahan.
Jaga Integritas
Jujur dan Transparan: Bersikaplah jujur dan transparan dalam semua tahapan seleksi. Jangan mencoba memalsukan dokumen atau memberikan informasi yang tidak benar.
Percaya Diri: Yakinlah dengan kemampuan diri sendiri dan jangan mudah terpengaruh oleh orang lain.
Pegang Teguh Prinsip: Ingatlah bahwa menjadi anggota Polri adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab yang besar.
Jaga integritas diri dan jangan pernah melakukan tindakan yang dapat mencoreng nama baik Polri.
Berita Terkait
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Janda 69 Tahun Tewas Usai Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Duit Rp 20 Miliar Hilang
-
Waspada! Meksiko Bongkar Modus Operandi Jaringan Penipuan Tiket Mahal Piala Dunia 2026
-
Bareskrim Siap Miskinkan Mafia Haji dan Umrah, Aset Disita Pakai Pasal TPPU
-
Jangan Tergiur Promo Medsos, 20 Laporan Penipuan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj Tiap Hari
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Dibawa ke Kantor Polisi, Lurah di Tapteng Mendadak Pingsan Saat Mau Dites Urine
-
Sumatera Utara Perpotensi Diguyur Hujan 27 April hingga 4 Mei 2026
-
Remaja Tewas Usai Motor Ditendang di Medan, Pelaku Tersinggung Diteriaki Saat Berpapasan
-
Aceh Bangkit dari Bencana? BI Optimistis Ekonomi Tumbuh hingga 4,6 Persen pada 2027
-
Prananda Paloh Temui Bobby Nasution: NasDem Siap Dukung Apapun