"Pelaku saat ini kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, kami masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini,” tukasnya.
Penyebab KDRT Berujung Maut
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada kematian korban merupakan fenomena serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Berikut penjelasan sebab-sebab utamanya:
1. Faktor Ekonomi dan Sosial
Tekanan ekonomi, seperti kesulitan finansial atau ketidaksetaraan ekonomi dalam rumah tangga, sering menjadi pemicu utama KDRT. Kondisi ini dapat menimbulkan stres, frustrasi, dan konflik yang berujung pada kekerasan fisik.
Faktor sosial, seperti lingkungan yang tidak mendukung atau minimnya akses terhadap layanan dukungan, juga meningkatkan risiko terjadinya KDRT fatal.
2. Faktor Budaya dan Patriarki
Norma budaya patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai pihak yang lebih dominan dalam rumah tangga mendorong terjadinya kekerasan.
Budaya ini memberi ruang bagi suami untuk menggunakan kekuasaan secara berlebihan terhadap istri, bahkan sampai pada tindakan kekerasan fisik yang mematikan.
Stigmatisasi terhadap korban juga membuat korban enggan melapor atau mencari pertolongan, sehingga kekerasan semakin parah dan berujung maut.
3. Faktor Internal: Psikologis dan Komunikasi
Kondisi mental pelaku yang tidak stabil, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, serta buruknya komunikasi dalam rumah tangga dapat memperburuk konflik dan meningkatkan risiko kekerasan ekstrem.
Rasa tidak saling menghargai, tidak terbuka, serta dendam atau sakit hati akibat pertengkaran juga dapat memicu pelaku melakukan kekerasan fisik berat hingga menyebabkan kematian.
4. Kronologi dan Mekanisme Kematian
Kematian korban KDRT biasanya terjadi akibat penganiayaan fisik berat, seperti pemukulan berulang di bagian vital (kepala, leher, dada) yang menyebabkan cedera fatal seperti perdarahan otak atau luka dalam.
Berita Terkait
-
Kemen PPPA: Jangan Sampai Perempuan Bertahan dalam Hubungan Berbahaya karena Tak Punya Uang
-
Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun
-
Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan
-
Dari Kekhawatiran Hingga Solusi, Komisaris PLN Berdialog dengan Pengguna Mobil Listrik di Medan
-
Viral Oki Rengga Ngamuk di Tribun Stadion Gegara Spanduk Karhutla, Ngaku Hampir Dibunuh Pemerintah
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap
-
Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School
-
Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja
-
Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP
-
Nelayan Sergai Disambar Petir di Tengah Laut, 2 Tewas