SuaraSumut.id - Wanita berhijab sangat bisa dan diperbolehkan untuk naik gunung selama memperhatikan beberapa hal penting terkait kenyamanan, keamanan, dan syariat Islam.
Mendaki gunung adalah aktivitas yang menantang fisik dan mental, dan banyak wanita berhijab yang kini gemar melakukan aktivitas ini dengan persiapan yang tepat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar wanita berhijab bisa naik gunung dengan nyaman dan aman antara lain:
- Pilih hijab yang praktis dan menempel erat di kepala, seperti hijab berbahan jersey atau paris yang mudah menyerap keringat dan tidak mengganggu gerak saat mendaki.
- Gunakan pakaian berbahan breathable dan quick-dry, seperti kaos lengan panjang, manset, dan celana gunung panjang yang nyaman dan tidak membatasi gerak.
- Pakai jaket windbreaker atau puffer untuk melindungi dari angin dan hujan, serta lapisan pakaian yang bisa disesuaikan dengan suhu (layering).
- Hindari pakaian yang terlalu ketat, transparan, atau tidak sesuai syariat, serta hindari memakai parfum menyengat atau aksesori berlebihan yang bisa menarik perhatian orang lain saat di gunung.
- Persiapkan fisik dan mental dengan baik, serta bawa perlengkapan standar pendakian yang lengkap untuk keselamatan.
Dengan pemilihan outfit yang tepat dan persiapan matang, wanita berhijab dapat menikmati pengalaman mendaki gunung dengan nyaman, aman, dan tetap sesuai syariat Islam.
Aktivitas ini juga memberikan manfaat kesehatan dan mental yang besar, serta kesempatan untuk menikmati keindahan alam.
Berikut adalah 12 inspirasi outfit untuk wanita berhijab yang ingin naik gunung, mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan tetap stylish:
1. Pashmina Instan + Coat Tebal + Legging
Pashmina instan berbahan jersey yang nyaman dipadukan dengan coat tebal tahan air dan legging stretch yang fleksibel saat mendaki.
2. Hijab Sporty + Jaket Windbreaker + Celana Panjang
Hijab sporty yang ringan, jaket windbreaker untuk melindungi dari angin, dan celana panjang hiking yang nyaman.
Tag
Berita Terkait
-
PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik
-
Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa
-
Kisah Warga Gunung Halu: Nikmati Listrik PLTMH Murah Rp25 Ribu untuk Usaha Bengkel Las
-
Taj Yasin Siapkan Rorak untuk Pulihkan Ekologi Gunung Muria
-
Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap
-
Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School
-
Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja
-
Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP
-
Nelayan Sergai Disambar Petir di Tengah Laut, 2 Tewas