Suhardiman
Jum'at, 06 November 2026 | 12:39 WIB
Ilustrasi petir menyambar (Freepik/macrovector)
Baca 10 detik
  • Lima nelayan asal Serdang Bedagai disambar petir saat mencari ikan di perairan Tuasan Tamban pada Kamis dini hari.
  • Insiden petir menyambar kapal motor tersebut mengakibatkan dua nelayan meninggal dunia dan satu orang mengalami kondisi kritis.
  • Dua nelayan yang selamat berhasil meminta pertolongan setelah mengarahkan sampannya menuju daratan melalui pintu Kuala.

SuaraSumut.id - Musibah tragis menimpa lima nelayan di Kampung Buantan, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Kapal motor yang mereka tumpangi disambar petir ketika sedang mencari ikan di tengah laut, pada Kamis (5/11/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut mengakibatkan dua nelayan meninggal dunia. Sementara itu, satu orang mengalami kondisi kritis dan dua nelayan lainnya berhasil selamat.

Dua nelayan yang meninggal dunia diketahui bernama Khamsani (24), yang merupakan tekong atau nakhoda sampan, serta Ahmad Tahir (35).

Sementara itu, Abdul Rahim (21) mengalami kondisi kritis dan masih menjalani perawatan. Adapun dua nelayan yang berhasil selamat adalah Jong Kawadi (48) dan Dila (40).

Kronologi Petir Sambar Sampan Nelayan di Sergai

Jong Kawadi menceritakan peristiwa mengerikan tersebut bermula ketika kelima nelayan sedang menebar jaring untuk menangkap ikan di perairan Tuasan Tamban.

Setelah menebarkan jaring, mereka beristirahat di atas sampan. Namun, kondisi cuaca saat itu sedang tidak bersahabat. Hujan turun cukup deras disertai angin kencang.

Di tengah situasi tersebut, sambaran petir tiba-tiba menghantam bagian belakang sampan, tepat di lokasi beberapa nelayan sedang beristirahat.

Namun, suasana mendadak berubah menjadi kepanikan ketika petir menyambar bagian belakang sampan, tepat di lokasi sejumlah rekannya sedang beristirahat.

"Saat itu kami sedang istirahat sambil, jaring masih berada di dasar laut. Tiba-tiba petir dengan keras menghantam bagian belakang kapal," kata Jong Kawadi, melansir Antara, Jumat (6/11/2026).

Kaget mendengar sambaran petir, Jong Kawadi bergegas menuju bagian belakang kapal, tepat di sekitar kemudi, untuk memastikan kondisi rekan-rekannya. Ia melihat tiga rekannya ditemukan terkapar dan tidak bergerak.

Bersama Dila, ia berusaha membangunkan dan menolong ketiganya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dalam situasi penuh kepanikan dan ketakutan di tengah laut, Jong Kawadi akhirnya mengambil keputusan untuk memutus jaring yang masih berada di dalam air.

Jong bersama Dila kemudian mengarahkan sampan menuju sampan nelayan lain yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Setelah mendapatkan petunjuk arah kembali ke daratan melalui pintu Kuala, keduanya segera memacu kapal menuju daratan untuk meminta pertolongan.

Kasat Polairud Polres Sergai AKP Bram Candra membenarkan peristiwa tersebut. Kedua korban tewas telah dimakankan, sedangkan satu korban masih dalam perawatan.

Load More