- Tiga warga Desa Martellu tewas tersambar petir saat berteduh di gubuk persawahan pada Rabu.
- Peristiwa tragis di Kabupaten Karo tersebut terjadi ketika para korban sedang mengolah lahan pertanian mereka.
- Jenazah ketiga korban berhasil dievakuasi oleh warga menggunakan ambulans menuju Puskesmas Laubaleng untuk penanganan lebih lanjut.
SuaraSumut.id - Cuaca buruk yang disertai hujan dan petir menelan korban jiwa di Desa Martellu, Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, (Sumut). Tiga warga dilaporkan tewas setelah tersambar petir saat berteduh di gubuk persawahan.
Ketiga korban berinisial HB (31), RG (57), dan MSD (13), merupakan warga Desa Martellu yang saat itu tengah bekerja mengolah lahan persawahan.
Kapolsek Mardingding AKP A. Nainggolan menjelaskan, kejadian bermula Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIB ketika hujan turun disertai sambaran petir.
"Ketiga korban menghentikan aktivitas dan mencari perlindungan di sebuah gubuk yang berada di tengah persawahan," katanya, Jumat (6/11/2026).
Namun nahas, lokasi tempat mereka berteduh diduga tersambar petir hingga menyebabkan ketiganya meninggal dunia.
Nainggolan menjelaskan peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Kepala Desa Martellu. Mendapat informasi itu, personel Polsek Mardingding langsung menindaklanjuti kejadian dan melakukan penanganan di lokasi.
"Ketiga korban selanjutnya dievakuasi oleh warga menggunakan ambulans menuju Puskesmas Laubaleng," ungkapnya.
Kapolsek Mardingding mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat hujan turun disertai petir. Warga diminta segera menghentikan kegiatan di area terbuka apabila cuaca mulai memburuk.
"Masyarakat juga diimbau tidak berlindung di bawah pohon maupun gubuk terbuka, serta menjauhi persawahan dan benda-benda yang berpotensi menghantarkan sambaran petir," imbau Kapolsek.
Selain itu, polisi meminta penggunaan telepon genggam di area terbuka saat terjadi petir juga sebaiknya dihindari.
"Aktivitas di luar ruangan disarankan ditunda hingga cuaca benar-benar aman," katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan
-
PSMS Tekuk PSIS 2-1, Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
-
Kolaborasi Kapolri-Gubsu Bobby Nasution, Upaya Pemberantasan Narkoba di Sumut Tambah Kuat
-
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
-
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tiga Warga di Karo Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Gubuk Persawahan
-
Miris! 1.550 Ekor Trenggiling Jadi Korban Perburuan, 779 Kg Sisiknya Dimusnahkan di Sumut
-
Cara Pindah Data HP Lama ke HP Baru 2026, Lengkap dan Aman
-
Resep Cilok Pedas Kuah Seblak, Kenyal dan Gurih dengan Kuah Pedas Menggugah Selera
-
Resep Gado-Gado dengan Saus Kacang Gurih, Segar dan Mengenyangkan