SuaraSumut.id - Baterai mobil listrik memang dirancang untuk tahan lama dan efisien. Namun, seperti halnya komponen kendaraan lainnya, baterai tetap memerlukan perawatan dan penggunaan yang tepat.
Tanpa penanganan yang benar, umur baterai bisa berkurang drastis dan performanya pun menurun. Untuk Anda yang memiliki mobil listrik atau berencana membeli, memahami cara pengisian daya yang benar sangat penting agar baterai tetap awet dan tidak cepat rusak.
Melansir dari situs caroline, berikut beberapa kesalahan umum saat mengisi daya baterai mobil listrik, lengkap dengan tips dan solusi agar kamu bisa merawat baterai dengan optimal.
1. Menggunakan Charger Tidak Resmi
Charger tidak resmi atau tidak sesuai spesifikasi pabrikan bisa menimbulkan risiko kerusakan pada baterai dan sistem kelistrikan mobil.
Ketidaksesuaian tegangan atau arus listrik yang diberikan bisa menyebabkan baterai menjadi panas berlebih atau bahkan korsleting.
Gunakan charger yang disarankan produsen demi menjaga keamanan dan efisiensi pengisian daya.
2. Membiarkan Baterai Mobil Listrik Kosong Terlalu Lama
Baterai mobil listrik yang dibiarkan kosong dalam waktu lama bisa mengalami kerusakan permanen akibat degradasi sel.
Saat baterai berada pada level nol terlalu lama, kapasitas dan performa baterai bisa menurun drastis. Sebaiknya isi ulang daya sebelum benar-benar habis, terutama jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu yang lama.
3. Pengisian di Tempat dengan Suhu Ekstrem
Suhu lingkungan saat pengisian sangat memengaruhi efisiensi dan keamanan baterai. Mengisi daya di tempat yang terlalu panas (misalnya di bawah sinar matahari langsung) atau terlalu dingin bisa merusak struktur kimia dalam sel baterai. Pastikan lokasi pengisian memiliki suhu yang stabil dan tidak ekstrem agar baterai tetap awet.
4. Mengisi Baterai Secara Berlebihan di Malam Hari
Kebiasaan meninggalkan mobil dalam kondisi terhubung ke charger semalaman bisa menimbulkan risiko overcharging, terutama jika sistem proteksi tidak optimal.
Pengisian berlebihan dapat menyebabkan suhu baterai meningkat secara drastis yang berpotensi mempercepat kerusakan. Gunakan fitur pengatur waktu pengisian atau pantau proses pengisian agar tidak melebihi kapasitas ideal.
Berita Terkait
-
BMW Mulai Produksi Baterai Generasi Terbaru Mampu Tempuh Jarak 1.213 Kilometer
-
Mitos Mobil Listrik Cuma Tahan 10 Tahun Terpatahkan Riset Terbaru
-
Geely Auto Rilis Teknologi Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik Berbasis AI
-
Bos CATL Ungkap Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China
-
Risiko Masalah Baterai Menghantui Lonjakan Model Mobil Listrik Baru di China
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC
-
Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit