SuaraSumut.id - Aktivitas melaut nelayan tradisional di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), lumpuh total. Cuaca buruk disertai gelombang laut tinggi membuat para nelayan memilih untuk tidak melaut.
"Dari kemarin memang tidak bisa melaut karena gelombang besar. Kami pakai perahu Robin, tidak berani hadapi ombak seperti ini," kata salah seorang nelayan, Adi, melansir Antara, Senin 14 Juli 2025.
Pantauan di Pantai Mon Mameh, Kecamatan Setia, Abdya, karena tidak bisa melaut, para nelayan mengisi waktu dengan memperbaiki perahu dan peralatan tangkap mereka.
Adi mengatakan, sehari-hari mereka menggunakan perahu kecil bermesin Robin, dan dinilai terlalu berisiko jika menghadapi cuaca ekstrem, apalagi gelombang laut juga tinggi.
Hal senada juga disampaikan nelayan Ujong Serangga, Susoh, Zulkifli. Mereka memilih menunggu cuaca membaik sembari merawat aset utama mereka.
"Kalau dipaksakan bisa celaka. Lebih baik memperbaiki perahu dan peralatan, kita tetap selalu waspada," ujarnya.
Akibat berhentinya aktivitas melaut nelayan tradisional, pasokan ikan segar di pasar ikut terganggu. Warga yang biasanya membeli langsung di bibir pantai mengeluh karena ketiadaan stok ikan.
"Saya ke pantai untuk beli ikan basah, tapi semua nelayan perahu bermesin Robin nggak melaut. Kosong semua," kata salah seorang warga Blangpidie, Karim.
Nelayan tradisional di Abdya umumnya menggunakan perahu kayu kecil bermesin Robin dan beroperasi di perairan dangkal. Mereka melaut dengan peralatan sederhana seperti pancing ulur dan jaring.
Sementara itu, BMKG mengingatkan bahwa wilayah pantai barat selatan Aceh berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang hingga dua hari ke depan.
"Berdasarkan pengamatan citra satelit, potensi hujan yang sudah terjadi sejak dua hari belakangan ini di wilayah pantai barat selatan Aceh karena adanya pola siklonik di wilayah barat daya Samudera Hindia," kata prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Aceh, Gilang Yusuf.
Akibat pola siklonik tersebut, kata Gilang, menyebabkan terjadi penumpukan massa udara di wilayah sekitar Aceh, sehingga menyebabkan pembentukan awan hujan diantaranya seperti awan cumulonimbus atau nimbostratus atau sejenisnya.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar dapat menjauhi wilayah pinggiran sungai, tebing gunung atau daerah yang banyak pepohonan karena pola siklonik yang terjadi saat ini, dapat mengakibatkan meluapnya aliran sungai serta terjadinya angin kencang.
"Sehingga berpotensi terjadinya bencana alam seperti pohon tumbang atau bencana alam lainnya," demikian Gilang Yusuf.
Berita Terkait
-
Kabar Gembira! Harga Solar untuk Nelayan Resmi Dipatok Rp15.000 per Liter
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar
-
Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT
-
Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
BNN Sumut Bongkar Sebuah Rumah di Helvetia, Total 8 Kg Sabu Disita
-
Eks Direktur Pelindo Korupsi Pengadaan Kapal Divonis 5 Tahun Penjara
-
Sequis Life Dorong Masyarakat Mengevaluasi Kebutuhan Perlindungan
-
Viral Siswa Seberangi Sungai di Atas Tali, Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Jembatan
-
2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi