SuaraSumut.id - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyelenggarakan Forum Koordinasi Tanggap Bencana. Acara berlangsung di Kantor BPODT, Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu 6 Agustus 2025.
Forum ini menjadi ajang konsolidasi lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di kawasan Danau Toba, yang merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas nasional.
Direktur Utama BPODT, Jimmy Panjaitan, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kawasan pariwisata bertumpu pada jaminan keselamatan dan ketahanan terhadap risiko bencana.
"Kami tidak bisa bicara pengembangan pariwisata tanpa memastikan kawasan ini aman dan tangguh terhadap bencana. Forum ini menjadi titik temu untuk menyatukan kekuatan, informasi, dan langkah-langkah nyata," kata Jimmy.
"Harapan kami dengan hadirnya forum ini mempercepat penanganan bencana sebelum berdampak buruk pada destinasi wisata dan kunjungan wisatawan," sambungnya.
Kepala Balai BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem di kawasan Danau Toba, khususnya dalam beberapa bulan ke depan.
"Berdasarkan analisis BMKG, wilayah Danau Toba memasuki periode transisi musim dengan peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang di sejumlah titik. Hal ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti kebakaran lahan, longsor dan banjir bandang," kata Hendro.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan sistem aplikasi peringatan dini cuaca yang telah tersedia dan terbuka untuk digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Manutur Naibaho, menyampaikan bahwa kawasan Danau Toba membutuhkan pendekatan penanggulangan bencana yang terkoordinasi secara antardaerah dan antarsektor.
"Kunci dari penanggulangan bencana adalah kolaborasi dan kesiapsiagaan bersama. Perlu ada peta risiko yang disepakati bersama serta simulasi rutin untuk menghadapi berbagai skenario bencana di kawasan ini," ujar Manutur.
"Kami juga berupaya menuntaskan kajian resiko kebencanaan daerah di setiap kabupaten, kami harapkan para Bupati mempercepat menyelesaikan kajian tersebut sebagai acuan penanganan bencana kita," tambahnya.
Forum ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sistem tanggap darurat terpadu, pelengkapan sarana dan prasarana serta sumberdaya manusia tanggap bencana, guna mendukung keberlanjutan pariwisata dan keselamatan masyarakat di kawasan Danau Toba.
Berita Terkait
-
1,7 Juta KPM Daerah Bencana Sumatra Terima Bansos
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara
-
Care for Sumut Charity Run: Berlari di GBK untuk Bantu Korban Banjir Sumatera Utara
-
Usai 28 Izin Dicabut, Greenpeace Tagih Transparansi Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Resmikan Jembatan Bailey di Nias Selatan, Jenderal Maruli: Kini Warga Tak Lagi Terisolasi
-
Pria di Tapteng Aniaya Istri Usai Pulang Mabuk, Pelaku Ditangkap
-
Review Rapika: Pelicin Pakaian Untuk Memudahkan Aktivitas Menyetrika
-
IOH Pulihkan 800 BTS Terdampak Bencana Aceh, Pastikan Masyarakat Tetap Terhubung hingga Lebaran
-
Curhat ke Prabowo, Bocah Nias yang Sempat Viral Minta Jembatan Tagih MBG dan Bermimpi Jadi Dokter