- Pengguna memamerkan hasil foto ala photoshoot profesional meskipun hanya bermodalkan satu gambar biasa
- Hasil editan dari Gemini AI terlihat ciamik, detail, serta memiliki nuansa cinematic
- Bagi generasi muda, khususnya Gen Z, foto bukan sekadar dokumentasi
SuaraSumut.id - Di era media sosial yang serba cepat, tren digital bisa lahir hanya dalam hitungan jam. Salah satu fenomena terbaru adalah edit foto di lift menggunakan Gemini AI, platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) milik Google.
Tren ini viral di TikTok, Instagram, hingga X (Twitter), dengan ribuan pengguna yang memamerkan hasil foto ala photoshoot profesional meskipun hanya bermodalkan satu gambar biasa.
Faktor yang membuat tren ini begitu cepat menyebar adalah kombinasi antara teknologi AI yang semakin realistis dan kebutuhan pengguna media sosial untuk tampil unik.
Hasil editan dari Gemini AI terlihat ciamik, detail, serta memiliki nuansa cinematic yang selama ini sulit dicapai tanpa kamera profesional.
Bagi generasi muda, khususnya Gen Z, foto bukan sekadar dokumentasi. Ia adalah bagian dari identitas digital.
Dengan bantuan Gemini AI, seseorang dapat menampilkan citra tertentu, misalnya elegan, misterius, edgy, atau stylish, hanya dengan menambahkan prompt teks sederhana.
Edit foto di lift menjadi populer karena:
- Simbol gaya hidup urban: Lift identik dengan kota modern, apartemen mewah, hingga kantor bergengsi.
- Estetika minimalis: Pantulan kaca, pencahayaan lampu, dan ruang terbatas membuat hasil foto terlihat artsy.
- Fleksibilitas AI: Siapa pun bisa mengubah suasana foto sesuai preferensi, dari formal hingga santai.
Dengan begitu, Gemini AI tidak hanya menjadi alat hiburan, tapi juga sarana membangun persona online.
Cara Edit Foto di Lift Menggunakan Gemini AI
Bagi yang penasaran, berikut panduan lengkap:
Akses Gemini AI
Masuk ke Gemini AI lewat browser.
Berita Terkait
-
Viral Purbaya Resmikan Pinjol Yayasan Al Mubarok, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Ketika Perhatian Menjadi Senjata: Membaca Ulang Ancaman Child Grooming
-
Tren Media Sosial Cepat Berganti: Kemampuan Adaptasi atau Mudah Melupa?
-
India Open 2026 Viral: Polusi Ekstrem, Kotoran Burung di Lapangan, Monyet Masuk Tribun
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Indosat Hadirkan AIvolusi5G yang Kini Mencakup Lebih dari 340 Site Kota Medan
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
-
Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Menkomdigi Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja