SuaraSumut.id - Pikun merupakan kondisi ketika seseorang mengalami penurunan daya ingat sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat sesuatu atau bahkan lupa dengan apa yang telah dilakukan sebelumnya.
Kondisi ini sering terkait dengan proses penuaan, namun bukanlah bagian alami yang pasti dialami semua orang tua.
Dalam dunia medis, pikun sering dianggap sebagai gejala penyakit demensia atau Alzheimer yang menyebabkan menurunnya fungsi otak seperti ingatan, kemampuan berpikir, dan perilaku.
Gejala pikun bisa berupa sering lupa, kebingungan tentang waktu, orang, dan tempat, sulit mengikuti aturan atau petunjuk, serta perubahan kepribadian seperti menjadi mudah marah atau pendiam.
Penyebab pikun bisa bermacam-macam, antara lain cedera kepala, kekurangan vitamin B12, penyakit degeneratif, infeksi otak, penggunaan alkohol berlebihan, serta kondisi medis lainnya yang mempengaruhi fungsi otak.
Pikun bukan hanya masalah lupa biasa, karena jika sudah parah dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan perlu penanganan medis segera.
Empat buah yang mampu mencegah pikun dan meningkatkan daya ingat adalah:
1. Buah Beri
Buah beri seperti blueberry kaya akan antioksidan dan flavonoid yang melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan. Konsumsi buah ini secara rutin dapat meningkatkan fungsi kognitif dan menunda penurunan kemampuan otak terkait usia.
2. Apel
Apel mengandung antioksidan quercetin yang dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian menunjukkan jus apel membantu mengembalikan ingatan dan mencegah penumpukan protein yang berhubungan dengan Alzheimer.
3. Alpukat
Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang sehat, membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan mendukung fungsi kognitif. Studi pada lansia menunjukkan konsumsi alpukat berhubungan dengan peningkatan skor tes kognitif.
4. Buah Sitrus (Jeruk)
Buah jeruk kaya akan vitamin C dan flavonoid seperti hesperidin yang membantu meningkatkan pembelajaran dan memori serta melindungi sel saraf dari kerusakan, sehingga membantu mencegah penurunan kognitif.
Berita Terkait
-
4 Blender Portable Mini untuk Bikin Jus Buah bagi Pekerja Kantoran, Praktis dan Cepat
-
Ingin Punya Otak Cerdas? Mulailah dengan 7 Kebiasaan Sederhana Ini
-
5 Tanaman Buah yang Bisa Ditanam di Polybag, Solusi Berkebun di Lahan Sempit
-
Temuan Baru tentang Polifenol Spearmint: Pendukung Alami Memori, Konsentrasi, hingga Kinerja Mental
-
Aroma Hangus Masih Tercium, Pedagang Tetap Jualan di Puing Kios Pasar Induk Kramat Jati
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
Panduan Membeli Mobil Hybrid Bekas: Hemat BBM Tanpa Salah Pilih
-
Jalur Aceh Timur-Gayo Lues via Lokop Segera Terhubung, Penanganan Darurat Masuki Tahap Akhir
-
Mobil Bekas Tabrak Murah tapi Berisiko? Ini Keuntungan dan Kerugian
-
Tips Merawat Mobil yang Jarang Dipakai Agar Tetap Prima dan Awet
-
Jangan Anggap Remeh! Ini Kelebihan Pelek Jari-jari Dibanding Pelek Alloy