- Aktivitas warga Aceh Tamiang kembali normal setelah sebelumnya dilanda banjir.
- Hal tersebut terlihat saat masyarakat berburu takjil dan berbelanja baju Lebaran.
- Meningkatnya aktivitas jual beli menjadi tanda pemulihan kehidupan pascabencana.
SuaraSumut.id - Kabupaten Aceh Tamiang telah kembali normal setelah sempat dilanda banjir bandang pada akhir November tahun lalu.
Di penghujung Ramadan, aktivitas masyarakat pun kian ramai. Warga memadati kawasan Kota Kuala Simpang untuk berburu takjil dan berbelanja baju Lebaran.
Di kawasan Kota Kuala Simpang, suasana sore menjelang waktu berbuka puasa tampak hidup. Warga mulai memadati pusat kota untuk mencari hidangan berbuka, mulai dari gorengan, minuman segar, hingga berbagai menu makanan untuk takjil.
Selain pedagang makanan, sejumlah toko pakaian juga mulai ramai dikunjungi warga yang mempersiapkan kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Meningkatnya aktivitas jual beli ini menjadi tanda pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Pantauan di lokasi, seorang pedagang kebab terlihat sibuk menyiapkan pesanan pembeli yang datang untuk berbuka puasa. Ia mengaku dapat meraih pendapatan sekitar Rp1 juta per hari selama Ramadan.
Sementara itu, Amrul Nazri, pedagang kopi Aceh di Kota Kuala Simpang, mengatakan kondisi ekonomi masyarakat pascabanjir memang sempat menyulitkan para pedagang. Namun, kehadiran relawan turut membantu menghidupkan kembali aktivitas di warungnya.
“Keadaan setelah banjir memang terasa sulit. Tapi sejak ada relawan dari Akpol, IPDN, bersama TNI yang sering singgah di kedai saya, Alhamdulillah ada rezeki untuk saya,” ujar Amrul ditemui di kedai kopinya, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, sejak kembali membuka warung sekitar dua minggu setelah banjir, kedainya mulai ramai dikunjungi pelanggan. Kehadiran para relawan bahkan membuat warungnya sempat tidak pernah sepi pengunjung.
“Saya buka warung sudah dua minggu setelah banjir. Waktu ada relawan bersama TNI, Alhamdulillah bisa dapat bersih sekitar satu juta rupiah per hari,” katanya.
Di sisi lain, suasana sejumlah masjid di Aceh Tamiang mulai lebih lengang menjelang akhir Ramadan, seiring warga yang mulai fokus mempersiapkan kebutuhan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Ramainya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran, menjadi tanda bahwa Aceh Tamiang perlahan bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal setelah sempat dilanda bencana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Santuni 1.000 Bilal Mayit-Pengurus Masjid di Medan
-
Aceh Tamiang Kian Ramai di Penghujung Ramadan: Berburu Takjil dan Belanja Baju Lebaran
-
Anak-Anak Aceh Tamiang Antusias dengan MBG: Ada Daging Ayam dan Lembu, Buahnya Anggur dan Apel
-
Imigrasi Sumut Distribusikan 5.000 Paket Kebaikan di Ramadan
-
Ngabuburit hingga Bukber Makin Hemat dengan Promo Ramadan BRI